5 Jembatan Diperbaiki Dinas PUPKP Bantul Tahun Ini
Selasa, 29 Oktober 2019 10:17 WIB

Jembatan+Mangir+diperbaiki+tahun+ini

BANTUL (wartakonstruksi.com) - Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Bantul menangani pembangunan sedikitnya 5 jembatan. Kelima Jembatan yang akan diperbaiki sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir badai cempaka yang terjadi dipenghujung tahun 2017 silam.

Kepala Dinas PUPKP Bantul, Bobot Ariffi ‘Aidin, S.T., M.T mengungkapkan secara bertahap pihaknya konsern melakukan perbaikan terhadap sarana infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir badai cempaka. Termasuk 5 jembatan yang akan direkonstruksi, ini merupakan sarana infrastruktur vital sebagai penghubung akses.

Baca juga

“Tahun ini, kami sedang merekonstuksi 5 jembatan yang mengalami kerusakan akibat badai Cempaka tersebut, kelima jembatan yang dibangun yakni Jembatan Mangir yang ada di Kecamatan Pajangan, Jembatan Ngentak berlokasi di Kecamatan Sedayu, Jembatan Jarakan berada di Kecamatan Sewon, Jembatan Widuri di Kecamatan Kasihan dan Jembatan Pokoh I yang berada di wilayah Kecamatan Dlingo,” ungkap Bobot.

Dikatakan, kerusakan sarana infrastruktur akibat badai siklon bukan hanya jembatan saja. Namun, termasuk sarana infrastruktur lain yaitu jalan dan sarana irigasi. Semuanya, lanjut dia, akan diperbaiki, namun perbaikannya akan dilakukan secara bertahap mengingat adanya keterbatasan dana. Perbaikan fasilitas umum tersebut telah dimulai tahun anggaran 2018.

{$lg[1]}
warga melintas di Jembatan Jarakan yang tahun ini diperbaiki oleh Dinas PUPKP Bantul. Foto: Dok

Untuk merealisasikan perbaikan kelima jembatan tersebut, Pemkab Bantul menggelontorkan dana sekitar sebesar Rp 10 miliar lebih. Namun angka itu turun menjadi Rp 9,6 miliar setelah proses lelang berakhir. Dan sejauh ini sudah memasuki tahap pelaksanaan pembangunan fisiknya.

Perbaikan Jembatan Mangir digarap PT. Maju Sarana Mulya dengan nilai kontrak Rp 3,8 miliar. Jembatan yang menjadi sarana penghubung warga Mangir, Jaten dan Kulon Progo yang akan menuju ke Bantul ini ambrol pada akhir 2016 silam. Bantalan penyangga jembatan ambrol, sehingga jembatan tidak bisa dilalui.

Jembatan Mangir dibangun pada 1980. Tahun 1995 dilakukan renovasi, lalu pada 2006 dilakukan perbaikan dengan dana PNPM MPd. Saat itu dibuatkan dua penyangga karena bagian tengah jembatan, turun sebelum kemudian ambrol pada 2016.

Jembatan Pokoh I digarap CV. Mekar Sejahtera. Jembatan dilebarkan dengan nilai kontrak Rp778 juta. Jembatan ini menjadi penghubung antara Dusun Pokoh I dan II. Jembatan Ngentak digarap PT. Surya Karya Setiabudi dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar. Jembatan dibangun untuk mempermudah akses menuju obyek wisata Goa Payaman dan bumi perkemahan.

Lalu Jembatan Jarakan digarap CV. Kurnia Mandiri. Jembatan yang dibangun tahun 1988 ini rusak pada 2017 silam. Nilai kontrak proyek jembatan ini Rp 1,4 miliar. Sedangkan Jembatan Widuri digarap CV.GS AANEMER, juga rusak disapu luapan air sungai Widuri pada tahun lalu. nilai kontrak proyek jembatan ini Rp 975,3 juta.

Demi suksesnya pembangunan tersebut, Bobot menghimbau kepada kontraktor pelaksana supaya dalam pelaksaannya dapat tepat waktu, mengingat waktu yang tersedia hanya kurang dari 3 bulan saja, selain tepat waktu, dia juga meminta untuk tepat mutu artinya kontraktor tetap menjaga kualitas bangunan supaya dapat berfungsi sesuai perencanaan.

 

 

 

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News