Aturan Ketenagalistrikan Bikin Cost Bengkak, Banyak Anggota AKLI DIY Gulung Tikar
Kamis, 13 Februari 2020 15:30 WIB

Ketua+DPD+AKLI+DIY

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Regulasi untuk persyaratan ketenagalistrikan selalu berubah-ubah. Akibatnya anggota Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) DIY banyak yang sudah tidak aktif. Alasannya mereka tidak sanggup untuk membayar tenaga yang membengkak akibat regulasi tersebut.

Ketua DPD AKLI DIY Cahyo Baroto SE saat dikonfirmasi wartakonstruksi.com di sela Musda AKLI XII di Hotel Grand Zuri membenarkan kondisi tersebut. Dari sekitar 130 anggota AKLI yang terdaftar, kini yang aktif hanya tinggal sebagian saja.

Baca juga

Dia pun menyayangkan kondisi ketenagalistrikan saat ini. Banyaknya regulasi membuat operasional pengusaha jasa kelistrikan semakin membengkak, akibatnya banyak pengusaha yang gulung tikar karena tidak lagi mampu membiayai karyawan.

Dikatakannya, dengan aturan yang baru tukang gali tiang listrik saja harus memiliki sertifikat ahli yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi keahlian (LSK). "Dan tidak mungkin hanya memiliki satu orang tukang gali kan," ungkap Cahyo.

Selain tukang gali, yang harus memiliki serifikat ahli adalah bagian tukang tarik tiang (erection tiang) dan bagian tukang narik kabel. Belum lagi aturan soal IMB yang harus sesuai dengan alamat dan peruntukannya.

Menurutnya, regulasi itu memang penting namun pembuat aturan pun harus memahami kondisi yang akan dialami oleh pengguna aturan tersebut. Idealnya aturan dibuat untuk membawa perbaikan.

Dengan adanya aturan tenaga ahli yang disebutkan di atas, lanjutnya lagi, pengusaha secara otomatis harus menambah tenaga ahli, karena tidak mungkin akan selalu pinjam tenaga ahli pada perusahaan lain. Akhirnya kost yang dikeluarkan perusahaan menjadi bengkak.

"Bayangkan tukang gali harus memiliki sertifikat ahli, padahal mereka sekolah dasar (SD, Red) saja belum tentu tamat sekolahnya. Kebutuhan tenaga juga tidak mungkin hanya 1 orang, akhirnya perusahaan harus membayar gaji tiap bulannya ahli gali tersebut, meskipun tidak ada kerjaan," tandas Cahyo.

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News