SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pemerintah Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman mendesak pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk merehabilitasi barak pengungsian yang roboh akibat diterjang angin kencang empat bulan silam.
Barak pengungsian tersebut diklaim warga sangat strategis sebagai titik kumpul apabila suatu saat terjadi bencana, pasalnya lokasi gedung tersebut berada di komplek Balai Desa Donokerto.
Sekretaris Desa (Sekdes) Donokerto, Hadi Rachmat Sah kepada wartakonstruksi, Jumat (28/6/2019) mengatakan, paska diterjang angin kencang kondisi barak sangat memprihatinkan. Secara struktur sudah tidak layak bila diperbaiki hanya perbagian. Semestinya, lanjut dia, harus rehab total.
Pemdes, kata dia sudah berusaha untuk mengusulkan perbaikan. Usulan tersebut dilayangkan ke Pemprov DIY dan tembusan ke BPPD DIY sekitar bulan Maret. Namun sejauh ini belum ada respon positif.
“Habis kejadian sekitar bulan Maret sudah kita usulkan untuk rehab bangunan ke provinsi, ke Gubernur dengan tembusan ke BPBD DIY, tapi sampai saat ini belum ada tindaklanjut,” ungkap Hadi.
Kenapa tembusan surat ditujukan ke BPPD DIY, lanjut dia, pihaknya mengklaim itu kejadian bencana alam, karena penyebab kerusakan akibat diterjang angin kencang.
Lebih jauh dikatakan, alasan usul untuk rehab total didasari hasil audit bangunan yang dilakukan Dinas PUPKP Sleman, namun diakui masih terdapat material yang masih layak untuk digunakan kembali, Material itu seperti kerangka besi untuk atap dan lantai.
Pantauan media ini dilokasi, tampak terlihat bongkahan pasangan batu dan batako yang masih berserakan. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, meskipun audah roboh semestinya ada upaya untuk pembersihan terhadap material yang berserakan tersebut.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Dodi Pranata |