Catat, Begini Protokol Pencegahan Covid-19 di Proyek Konstruksi
Minggu, 22 Maret 2020 10:21 WIB

Protokol+Pencegahan+Covid-19+di+Proyek+Konstruksi

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Ditjen Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan protokol pencegahan Covid-19 di proyek konstruksi. Protokol berlaku di seluruh proyek pemerintah, BUMN, swasta maupun gabungan.

Ada beberapa poin yang diatur dalam protokol yang ditandatangani Dirjen Bina Konstruksi, Trisasongko Widianto, mulai dari pembentukan Satgas Pencegahan Covid-19, Penyediaan fasilitas kesehatan di lapangan, hingga pelaksanaan penceghan Covid-19 di Lapangan.

Baca juga

Satgas Pencegahan Covid-19 wajib dibentuk pemilik/pengguna/ penyelenggara bersama Konsultan Pengawas  dan atau kontraktor. Satgas berjumlah paling sedikit 5 orang terdiri dari ketua merangkap anggota dan 4 anggota yang mewakili pemilik/pengguna/penyelenggara, konsultan, kontraktor, subkontraktor,  vendor/supplier.

Tugas, tanggung jawab dan kewenangan Satgas meliputi sosialisasi, edukasi, promosi teknik,  dan metoda pencegahan Covid-19, serta pemeriksaan potensi terinfeksi kepada semua orang baik para manajer, insinyur, arsitek, staf, mandor, pekerja maupun tamu proyek.

Selain Satgas, ada juga kewajiban bagi kontraktor untuk menyediakan ruang klinik di lapangan dilengkapi dengan sarana kesehatan yang memadai, seperti tabung oksigen, thermoscan, pengukur tekanan darah, obat-obatan dan petugas medis.

Kontraktor juga wajib memiliki kerjasama operasional perlindungan kesehatan dan pencegahan Covid-19 dengan rumah sakit atau pusat kesehatan terdekat untuk tindakan darurat. Kemudian wajib menyediakan alat pengukur suhu, pencuci tangan dengan sabun disinfektan, tisu, masker di kantor dan lapangan.

Dalam tahap pelaksanaan pencegahan Covid-19, Satgas memasang poster baik digital maupun fisik tentang imbauan pencegahan Covid-19, Satgas bersama petugas medis harus menyampaikan penjelasan, anjuran, kampanye, promosi teknik pencegahan Covid-19 dalam setiap kegiatan penyuluhan K3 pagi hari.

Satgas melarang yang sakit dengan indikasi suhu di atas 38 derajat celcius datang ke lokasi proyek. Pengukuran suhu tubuh dilakukan petugas medis setiap pagi, siang dan sore. Apabila ditemukan yang terpapar Covid-19 di lapangan, petugas medis dibantu keamanan proyek melakukan evakuasi dan penyemprotan disinfektan pada tempat, fasilitas, pegangan dan peralatan kerja.

 

Penulis : O-Kz
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News