Debit Air Menyusut, PDAM Sleman Aktifkan 9 Titik Sumur Dalam
Selasa, 09 Juli 2019 22:55 WIB

Dwi+Nurwata+SE+MM%2C+Direktur+Utama+PDAM+Sleman

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Memasuki musim kemarau yang diperkirakan terjadi puncaknya pada  September 2019 mendatang, sejumlah upaya antisipasi untuk mempertahankan pasokan air bersih dilakukan oleh Tirta Dharma PDAM Sleman.

Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwata SE MM mengakui saat memasuki musim kemarau terjadi depresiasi debit air. Penyusutan debut air hingga Juli ini ada di angka 5-10 persen. Sedangkan pada puncak musim kemarau yang diperkirakan pada bulan September mendatang, penyusutan debit air bisa mencapai 15 persen.

"Saat musim rawan air ini, berdasarkan evaluasi PDAM terjadi penurunan debit air sebesar 5 - 10 persen, itu mulai terasa setelah lebaran kemarin," jelas Dwi kepada wartakonstruksi.com di ruang kerjanya, Selasa (9/7/2019).

Baca juga

Namun demikian, ungkap dia, penyusutan tersebut tidak berdampak secara menyeluruh di wilayah Sleman. Wilayah terdampak hanya terjadi wi lokasi-lokasi tertentu saja, seperti di unit pelayanan Bimomartani Ngemplak, Prambanan dan Tambakrejo Tempel.

Berbagai langkah penanganan disiapkan sekiranya terjadi penurunan debit yang cukup drastis, sehingga dipastikan pelayanan dan pasokan air bersih kepada pelanggan tetap maksimal. 

"Kita manfaatkan lagi 9 titik sumur  dalam yang dulu sempat di off-kan, selain itu kita memperbesar pemanfaatan SPAM Regional, kemarin dari kapasitas 50 liter per detik baru kita gunakan sekitar 28 liter per detik maka kita naikkan menjadi 40 liter/detik, harapan kita semua bisa lancar," ungkap dia.

Upaya lain, kata dia, pihaknya telah menyiagakan truk mobil tangki dan mobil genset apabila terjadi troubel tertentu di wilayah yang dianggap rawan air. "Ini kan belum akhir musim kemarau, biasanya sampai pada puncaknya penurunan bisa mencapai 15 persen, angka tersebut masih wajar di Sleman, semua sudah kita antisipasi sejak awal, mudah-mudahan tidak terganggu,"tuturnya.

Prasetyo Wibowo salah satu warga di Perumahan Pamungkas, Kecamatan Ngemplak, mengaku merasakan dampak penurunan debit air, akan tetapi aliran air tetap lancar. "Meski debit agak menurun, tapi airnya tetap lancar mengalir kok," ungkapnya.

 

 

 

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Popular News