Disuplai SPAM KARTAMANTUL, PDAM Bantul Masih Lirik Sistem Kamijoro
Senin, 22 Juli 2019 09:12 WIB

Direktur+PDAM+Bantul

BANTUL (wartakonstruksi.com)  - Kabupaten Bantul mendapat jatah suplai air SPAM Regional Kartamantul sebanyak 150 ltr/dtk. Pada tahap pertama, alokasi untuk Bantul sebanyak 100 ltr/dtk dan baru termanfaatkan70 ltr/dtk. Sisanya masih terkendala beberapa hal.

Arinto Hendro Budiantoro S.E, Direktur PDAM Bantul mengungkapkan, suplai 70 ltr/dtk dari SPAM Kartamantul dialirkan untuk kebutuhan masyarakat di Sedayu, Pajangan, dan Guwosari. Hanya saja, di wilayah itu golongan pelanggannya masih masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dari sisi jangkauan, cakupan layanan PDAM Bantul banyak dari wilayah barat. Perkembangan wilayah ini cukup signifikan. Suplai untuk kebutuhan di wilayah ini secara otomatis mengandalkan suplai dari SPAM Kartamantul. Apalagi sistem milik PDAM yang ada di Kamijoro tidak bisa diandalkan akibat pendangkalan.

Dari total alokasi 150 ltr/dtk untuk Bantul, 50 ltr/dtk akan disuplai dari Sistem Kebon Agung. PDAM mengklaim sudah siap menerima suplai namun masih menunggu uji coba. Rencananya suplai dari Kebon Agung akan diarahkan ke Sub Unit Kasihan. Dari sana air akan diawa ke wilayah Sewon yang secara ekonomis golongan ekonomi tarifnya lebih tinggi dari wilayah Sedayu dan sekitarnya.

Air juga akan mengalir ke sebagian wilayah Kasihan. “Kami rencananya mau menyusur sampai kampus terpadu Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Cuma kendalanya jaringan distribusi utamanya belum ada dan baru kita upayakan ke pemerintah pusat untuk dibantu agar suplai dari SPAM bisa optimal,” terang Arinto.

Tak hanya itu, PDAM Bantul melirik Sistem Kamijoro yang akan segera dibangun. PDAM Bantul bergerak lebih awal mengajukan usulan tambahan suplai air sebesar 200 ltr/dtk dari Sistem Kaminjoro. Usulan sudah disampaikan dan diklaim mendapat lampu hijau. Saat ini sedang dilakukan fasilitasi penyusunan business plan sebagai acuan pemanfaatan.

Sesuai pemetaan, 200 ltr/dtk dari Kamijoro akan dialirkan ke wilayah barat bagian selatan dan sebagian wilayah tengah. wilayah cakupannya meliputi Kecamatan Bantul, Guwosari bagian Selatan, Pandak sampai Srandakan, lalu menyusur lokasi penopang bandara di sekitar Jalur Jalan Lintas selatan (JJLS).

Sistem Kamijoro sendiri diproyeksi menghasilkan air baku sebanyak 500 ltr/dtk dan akan memenuhi kebutuhan Bandara YIA, kemudian menjangkau kawasan industri Sentolo dan Pajangan. Demikian diungkap Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, Ir Bambang Widyo Sadmo MT.

Dari 500 ltr/dtk air baru yang dihasilkan, 300 ltr/dtk untuk kebutuhan di wilayah Kulonprogo dan sisanya 200 ltr/dtk untuk kebutuhan di Bantul. Kebutuhan di Kulonprogo, selain kawasan bandara dan sekitarnya juga termasuk pemenuhan kawasan industri pasir besi, juga layanan masyarakat.

 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News