SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Proses pengadaan tanah yang akan digunakan untuk proyek Taman Budaya Sleman (TBS) di wilayah Ngabangan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean akhirnya gagal. Tidak ada kesepakatan harga antara pemilik tanah dan tim appraisal.
“Pengadaan tanah yang di Godean kan belum bisa direalisasikan sampai sekarang, karena tidak ada kecocokan harga. Masyarakat pemilik lahan tidak ada kecocokan harga dengan tim apresial,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara, kemarin.
Menurut Aji, sesuai kondisi di lapangan sebenarnya tim aprasial telah menetapkan harga yang rasional dan pasti sesuai standar harga yang terukur, akan tetapi masyarakat menggunakan asumsi dalam penentuannya.
“Permintaan masyarakat ada yang Rp 2 juta lebih per meter persegi, sementara tim aprisial telah menentukan harga paling tinggi sebesar Rp 750 ribu per meter persegi,” jelasnya.
Akibat kegagalan itu, Pemkab akhirnya mengalihkan calon lokasi dan mencari lokasi alternatif yang lebih tepat. “Ini lagi mencari lokasi lagi, yang jelas secepatnya, syukur bisa tahun ini paling lambat di bulan Oktober 2019, minimal seluas 2 hektare,” sambungnya.
Tahapannya, setelah proses pengadaan tanah selesai pembangunan TBS direncanakan akan direlisasikan pada 2020 – 2021. Proyek akan menggunakan dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp 34 miliar.
Sebelum Sleman, Kabupaten Kulonprogo terlebih dulu membangun Taman Budaya Kulonprogo lalu disusul Kabupaten Gunungkidul. Dengan rencana dibangunnya taman budaya serupa di Sleman, otomatis hanya tinggal Bantul yang belum memiliki rencana membangun fasilitas serupa.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |