Hindari Dampak Buruk, Warga Tolak Penambangan di Alur Sungai Krasak
Senin, 12 Agustus 2019 06:34 WIB

Kantor+tambang+Krasak+tampak+lengang

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Warga Padukuhan Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman menolak penambangan di alur Sungai Krasak yang masuk wilayah mereka. Padahal, penambangan dikabarkan sudah mengantongi izin dari instansi terkait.

Penolakan warga muncul lantaran mereka cemas dengan aktivitas penambangan yang akan berlangsung selama 3 tahun. Warga juga khawatir aktivitas penambangan akan berdampak buruk pada sumur-sumur milik warga di RT 6, 1, 2 dan 3.

Penelusuran wartakonstruksi.com, Minggu (11/8/2019) di lokasi terlihat 1 unit bangunan kantor semi permanen yang letaknya tepat di sisi timur sungai, akan tetapi  tidak ada satupun pekerja yang nampak berjaga. Sementara di jalan masuk terlihat jejak alat berat dan terdapat papan pengumuman berupa banner, antara lain tertera tulisan surat keputusan kepala perizinan dan penanaman modal  DIY Nomor 545/04321/PZ/2019, atas nama Rizky Pratama Pakudewa, luas 3,03 hektare jangka waktu 3 tahun.

Jalan menuju kantor berupa jalan setapak, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. "Sebenarnya sudah ada sosialisasi sebanyak 2 kali, sekitar 3 tahun yang lalu, tapi akhir-akhir ini masyarakat menolak, penjelasan dari dinas terkait yang belum lengkap dan maksimal, namun setahu kami izinya sudah ada," jelas Dukuh Krasakan, Nurkolis.

Dia mengaku sangat memahami hal itu sebab  berkaitan dengan pendapatan asli daerah. Akan tetapi dibutuhkan win win solution agar kuantitas explorasi SDA tersebut tidak berlebihan. Kamis pekan lalu, lanjut Nurkolis, juga ada sosialisasi lanjutan namun tetap belum tercapai kata sepakat.

"Kami butuh penjelasan lebih lengkap berkaitan kebijakan pemerintah ini, 'nek ngeduk setitik mawon',  sebetulnya  dari pihak penggembang penjelasanya sudah maksimal,” jelasnya.

Ditambahkan, bila mata air menyusut akibat adanya aktivitas penambangan maka akan dicari jalan keluar. Namun sampai kering pemrakarsa sudah siap membuatkan sumur bor. “Sumur di sini kedalaman 5 - 7 meter. Mungkin karena durasinya terlalu lama sehingga ditolak," kata dia.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak pemrakarsa, saat  akan dikonfirmasi kantor dalam keadaan kosong.

 

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News