IPA Belum Dibangun, Pemanfaatan Sistem Kebon Agung Tertunda
Minggu, 05 Mei 2019 10:52 WIB

PPK Air Tanah dan Air Baku

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pemasangan pipa untuk pemenuhan air baku Kebon Agung dipastikan selesai tahun ini. Namun demikian, pemanfaatan air dengan kapasitas 300 liter per detik itu masih menjadi tanda tanya karena masih menunggu pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Sony Santoso ST MT, PPK Air Tanah dan Air Baku, Satker Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengungkapkan, pemasangan pipa air baku Kebon Agung mulai dari jembatan sampai lokasi IPA sudah selesai. Berikutnya tinggal melanjutkan dari jembatan ke intake.

Hanya saja, untuk yang satu ini masih tergantung kondisi sungai. Pihaknya enggan berspekulasi di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Setelah Mei, ungkap Sony, kondisi cuaca diharapkan lebih pasti dan benar-benar sudah kering.

“Nanti kita pacu di sana. sekarang kan cuacanya masih kadang mau hujan kadang enggak. Jadi nanti tinggal melanjutkan intake yang kemarin terendam. Akhir tahun selesai,” ucap Sony.

Dia menjelaskan, meski pemasangan pipa dipastikan kelar tahun ini namun fasilitas ini tidak bisa langsung dimanfaatkan. Pemanfaatan masih harus menunggu pembangunan IPA yang menjadi domain Cipta Karya. “IPA bukan kita, itu di Cipta Karya,” terangnya.

Menurut rencana, lanjut Sony, pembangunan IPA akan dilakukan tahun 2020 mendatang. Namun ia tidak berani memastikan apakah realisasinya sesuai rencana atau malah mundur. Dia beralasan, terkadang proyek yang sudah diplot pekerjaannya tidak bisa direalisaikan karena anggaran dari pusat dialihkan untuk proyek lain.

“Kadang kan gini, tadinya di-plan 2019 kita pipanya sudah selesai, sana IPA-nya sudah jalan. Nesok akhir tahun yang sama sudah bisa dilihat, bisa ngalir atau tidak,” paparnya.

Untuk saat ini, air tidak mungkin dialirkan karena belum adanya IPA. Bila tetap coba dialirkan justru bisa menimbulkan masalah dan menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. “Bisa dimarahin masyarakat nanti. 300 liter per detik itu kan gede, bisa banjir nanti,” sambungnya.

Pipa sistem Kebon Agung dengan diameter 2,4 inci atau 60 cm dipasang sepanjang 12 kilometer mulai intake sampai dengan IPA. Nantinya setelah IPA dibangun, air didistribusikan ke jaringan utama lalu kemudian dialirkan ke PDAM. “Jadi IPA ke jaringan distribusi utama baru kemdian ke PDAM,” tambahnya.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News