IPAL Komunal Bocor, Aktivitas Proyek Embung Mororejo Terganggu
Rabu, 02 Oktober 2019 12:00 WIB

Progress+Embung+Mororejo

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Proyek pembangunan Embung Mororejo di Tempel, Sleman masih terus berlanjut. Progress pekerjaan proyek senilai Rp 3,8 miliar yang digarap CV. Lind's Pratama sudah mencapai 45 persen atau mengalami deviasi positif 18 persen.

Meski begitu ada persoalan dalam pekerjaan proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) ini. Aktivitas pekerjaan di lokasi proyek terganggu bau menyengat dari IPAL komunal yang mengalami kebocoran. Proses filterisasi air olahan limba tidak betfungsi optimal.

Baca juga

Demikian disampaikan Oon Zamroni selaku perwakilan kontraktor CV. Lind’s  Pratama kepada wartakonstruksi.com, Selasa (1/10/2019) . Dia pun berharap pihak terkait segera merespons soal kebocoran IPAL, sebab jika dibiarkan ke depan akan berdampak pada polusi air.

Oon mengungkapkan, pihaknya pernah menyampaikan permasalahan ini kepada Muspika Kecamatan, Dinas PUPKP Sleman dan DLH Sleman. Sebab air rembesan masuk ke bangunan embung dalam kondisi bau menyengat dan bewarna kecoklatan. "Maka kami mohon segera ada solusi untuk penangananya," katanya.

Terkait proyek embung, diproyeksikan pada pertengahan Oktober 2019 trap pertama akan rampung. "Kita kejar pengerjaanya sebelum memasuki musim hujan, dilibatkan sebanyak 40 tenaga kerja terdiri 3 kelompok  setiap harinya," terangnya.

Lahan yang sedang digarap proyek Embung Mororejo, lanjut Oon, ternyata memiliki karakteristik. Selain terdapat hamparan bebatuan berukuran raksasa, sebagian lagi merupakan tanah padas (keras), kondisi ini juga menjadi satu kendala dalam  pengerjaan.

"Di lokasi terdapat sekitar 30 meter kubik batu, bahkan ada berukuran cukup besar sekitar 5 meter kubik, itu mempengaruhi proses penggalian dan pengangkutan, kita berusaha menyingkirkan yang sekiranya bisa, yang tidak memungkinkan akan kita buatkan lubang ditanam di dasar embung, sehingga tidak merusak estetika bangunan nantinya, dibagian hulu juga sebagian tanahnya keras berupa padas," pungkas Oon.

 

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News