YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Masih ingat tender pengadaan reagen untk penanganan Covid-19 pada Dinas Kesehatan DIY? Tender yang dimenangkan perusahaan asal Jakarta itu, diduga diwarnai dengan persekongkolan baik vertikal maupun horizontal.
Dugaan itu muncul lantaran beberapa sebab. Selain adanya temuan survey yang mayoritas dilakukan pada perusahaan jaringan pemenang, dugaan mark up harga pada item tertentu, juga adanya dugaan pengondisian di level penyedia melalui kendali pada pembuatan penawaran.
Baca juga
Data yang diterima redaksi wartakonstruksi.com menunjukkan bahwa data penawaran seluruh peserta sangat identik, kecuali pada dua item saja, yakni Reagen Ekstraksi: Isolasi TIAN amp HiDNA/RNA Kit DP315-T8, dan Reagen PCR: SARS-CoV2 RT PCR Detection Kit.
Secara keseluruhan 23 item pada tender proyek reagen dengan pagu anggaran Rp 61,3 miliar tersebut. nah dua item sebagaimana disebutkan di atas ada pada item nomor 17 dan 19. Untuk item nomor 17 yakni Reagen Ekstraksi: Isolasi TIAN amp HiDNA/RNA Kit DP315-T8, pemenang tender mengajukan penawaran sebesar Rp 2. 800.000 dari HPS Rp 3. 200.000.
Penawaran dari pemenang, sama dengan penawar lainnya, kecuali dengan satu penawar yang dibuat berbeda. Harga penawar yang berbeda itu dibuat sama dengan harga pada HPS yakni sebesar Rp 3. 200.000.
Sedangkan untuk item nomor 19, Reagen PCR: SARS-CoV2 RT PCR Detection Kit, harga penawaran dari pemenang adalah sebesar Rp 15.900.000, dari HPS sebesar Rp. 19.800.000. Pada item ini, harga penawaran lebih beragam namun berurutan mulai dari Rp 15,9 juta, 16 juta, 17,5 juta sampai harga yang sama dengan HPS.
Taufik, aktivis LSM mempertanyakan kinerja Pokja pemilihan pada BLP DIY. Menurut dia, Pokja tidak mungkin tidak tahu adanya kesamaan data penawaran pada tender proyek tersebut. Padahal, kesamaan data itu merupakan salah satu indikasi adanya persoalan.
“Kita tengok kasus Mandala Krida, salah satu bukti adanya persekongkolan itu karena adanya kesamaan data penawaran. Abang yakin Pokja pasti tahu, atau sengaja tutup mata,” sergahnya.
| Penulis | : |
| Editor | : |