Insiden Kendaraan Ngglimpang di Kentungan, Wadir Reskrimsus: Senin Saya Cek
Sabtu, 10 Agustus 2019 11:07 WIB

Satu+unit+truk+dan+mobil+pribadi+terperosok+di+galian+underpass+Kentungan

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Penyebab insiden tergulingnya 2 unit kendaraan di galian underpass Kentungan, Kabupaten Sleman  pada Selasa (23/7/2019) siang, hingga kini belum terungkap. Publik pun bertanya-tanya siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden itu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2)  dan Pihak Kepolisian telah menyelidiki penyebab kejadian itu, akan tetapi sampai pekan ke-3 paska kejadian belum ada pernyataan resmi perihal pemicu insiden pada proyek senilai Rp 101 miliar yang digarap oleh  PT Istaka Karya.

Baca juga

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda DIY, AKBP  Endriadi masih enggan berkomentar. Namun demikian dia memastikan bakal melakukan pengecekan terkait insiden di proyek underpass Kentungan pada Senin, mendatang. "Senin, akan saya cek," katanya singkat.

Pengamatan wartakonstruksi.com di lokasi proyek pada Jumat (9/8/2019) siang, belum nampak bangunan portal, baik di sisi barat maupun timur. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang usulkan Wirawan selaku Kepala Divisi Operasi 1 PT. Istaka Karya ketika meninjau lokasi kejadian, Rabu (24/7/2019).

"Kami lagi coba mengusulkan untuk dibuat  portal di ujung sehingga nanti hanya mobil kecil yang bisa melintas," kata Wiryawan ketika itu.

Sementara Syidik Hidayat ST M.Eng selaku PPK Underpass Kentungan mendorong agar seluruh pelaksanaan pekerjaan memenuhi ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) mencakup keselamatan pekerja, pengguna jalan, masyarakat termasuk lingkungan. 

Untuk Kentungan, kata Syidik, sudah dilakukan beberapa hal, antara lain penggunaan sheetpile untuk galian-galian yang cukup dalam, penggantian pembatas beton dengan pembatas plastik dan pemunduran pembatas hingga 2-3 meter ke arah luar.

Dikonfirmasi soal belum terpasangnya portal, Nur Badaruddin selaku koordinator teknik Satker PJN DIY Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, dirinya mengatakan akan segera dilakukan pemasangan. "Dalam waktu 2 hari ini sudah akan di pasang, jumlahnya 1 dan sudah dipesan," kata Badar.

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News