Jadi Titik Peristirahatan, Gerbang Klangon Usung Tema Samudraraksa
Kamis, 19 Maret 2020 13:38 WIB

Site+plan+gerbang+Klangon

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) -  Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 1,35 triliun untuk mengakselerasi pengembangan infrastruktur kawasan pariwisata Borobudur. Di antaranya penataan 4 gerbang sebagai penanda masuk ke destinasi wisata utama.

Keempat gerbang itu adalah Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo, dan terakhir Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo.

Baca juga

Tiga gerbang pertama masih dalam tahap administrasi persiapan lelang, sedangkan Gerbang Klangon telah dilakukan lelang pada Februari 2020 dan telah dilakukan penandatanganan kontrak paket pekerjaan oleh PT Sari Gunung Mataram Sakti.

Gerbang Klangon menjadi titik peristirahatan wisatawan yang memulai perjalanan dari Bandara YIA menuju Candi Borobudur, sehingga akan ditata menjadi rest area dan ruang terbuka publik dengan biaya sebesar Rp 27 miliar.

Penataan gerbang yang terletak di Jalan Nanggulan Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kali Bawang, Kabupaten Kulon Progo tersebut meliputi pembangunan pusat informasi wisata dan sclupture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushola, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara, dan toilet.

Juga dilakukan penataan pedestrian/trotoar, drainase, street furniture, dan lansekap di jalur eksisting serta dibangun relief dari batu sebagai ikon Gerbang Klangon dengan tema Samudraraksa, yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Menteri Basuki seperti dilansir laman PUPR.

 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News