SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pekerjaan Pembangunan STAPD-T Depok di kawasan Nologaten masih berlangsung. Pemasangan pipa yang jadi bagian proyek mengakibatkan kerusakan jalan yang dilalui pipa. Sayangnya, sudah 2 bulan berlalu jalan masih dibiarkan rusak.
Taufik, aktivis LSM senior di Sleman angkat suara. Dia tidak habis pikir jalan dibiarkan dalam kondisi rusak setelah terkena dampak proyek. Yang membuatnya kesal, kondisi seperti ini sudah berjalan dua bulan.
Baca juga
“Bang Taufik melihat jalan yang belum dikerjakan oleh kontraktornya, bagaimana pengawasannya ini? Apa masalahnya kenapa tidak diselesaikan?” tanya Taufik kemarin.
Dia menjelaskan, kondisi jalan yang dibiarkan rusak sangat mengganggu masyarakat. Terlebih lalu lintas di jalan tersebut cukup ramai. Dia menuding kontraktor proyek limbah di Nologaten tidak bertanggung jawab.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/06-2021/nologaten--02-08.jpg)
“Ini kontraktornya enggak bertanggung jawab. Ini pekerjaan pipa limbah di daerah Nologaten,” tegasnya kesal.
Pantauan di lapangan, sejumlah titik pada ruas jalan di Nologaten memang masih dalam kondisi rusak pasca galian pipa limbah. Beberapa bagian sudah ditutup dengan cor, namun bagian lainnya masih tampak rusak termasuk kondisi manhole yang muncul ke permukaan.
Manajer proyek SPALD-T Depok, Hernalom Sitorus, sempat tidak merespons saat coba dikonfirmasi. Namun pada akhirnya memberikan respons. Sitorus mengatakan bahwa bagian yang mengalami kerusakan akan segera diperbaiki, terakhir pengaspalannya berbarengan dengan Jalan di depan kafe Basa Basi.
Hal itu karena ada jembatan yang harus diperbaiki lebih dulu. “Tapi sementara akan kami cor dulu jalan yang difoto itu biar agak enakan dilalui,” ucapnya melalui pesan singkat.
| Penulis | : WK 006 |
| Editor | : ED-WK02 |