Jembatan Penghubung Taman Binangun Tak Berfungsi Optimal, Perencanaan Dipertanyakan
Senin, 30 September 2019 21:59 WIB

bagian+samping+jembatan+penghubung+Taman+Binangun+retak

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Kulon Progo menjadi salah satu daerah yang sudah memiliki Taman Budaya, selain Gunungkidul. Bangunan yang digarap dengan dana cukup besar ini, menjadi salah satu bangunan yang dibanggakan kabupaten paling barat di DIY.

Di surut bangunan ada jembatan yang menghubungkan antara Taman Binangun dan pintu masuk gedung budaya dari sisi barat. Tapi jembatan hanya berfungsi secara temporer saat gedung budaya dijadikan lokasi event seperti Pameran Manunggal Fair.

Baca juga

Dari pantauan di lokasi keberadaan jembatan tersebut ditemukan sejumlah titik yang sudah mengalami kerusakan, baik berupa con blok lantai jembatan maupun adanya retakan menganga pada dinding jembatan.

Dari berbagai data yang berhasil dikumpulkan, pembangunan jembatan ini diperkirakan menjadi salah satu satu sarana penunjang dari dibangunnya gedung budaya, yang dilaksanakan hingga 4 tahap pembangunan. 

{$lg[1]}
Jembatan penghubung Taman Binangun dan Taman Budaya Kulon Progo hanya berfungsi saat ada event seperti Manunggal Fair. Foto: Bhisma Bharata

Antonius Damas Rama Pramudya Nugroho, siswa SMK Bopkri Wates kelas XII OTP ditemui saat melintasi jembatan mengatakan, ia sudah tahu adanya jembatan penghubung antara Taman Binangun dengan Gedung Budaya namun baru kali ini melewatinya.

“Sudah tahu kalau ada jembatan ini tapi memang saya dan teman – teman, baru sekali ini melewati jembatan penghubung. Kalau biasanya kita lewat pintu timur,” ujar Antonius.

Sementara Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kulon Progo, Priyo Santosa SH MH yang dihubungi terpisah mengungkapkan, pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh pemerintah semestinya didasari kajian secara mendalam dan komprehensif sehingga tidak terkesan asal membangun.

{$lg[1]}
Jembatan dibangun cukup mewah tapi dipertanyakan perencanaannya karena belum berfungsi optimal. Foto: Bhisma Bharata

“Ya dulu perencanaannya bagaimana, aspek efektivitas dan efisiensinya seperti apa? Kalau ternyata fungsinya masih sebatas adanya event Manunggal Fair ya kita perlu meminta dari instansi teknis bisa mengoptimalkan kemanfaatan jembatan itu sehingga setiap pembangunan fisik itu tidak sekadar dibangun kemudian tidak bisa secara maksimal difungsikan,” katanya.

Dia menambahkan kasus seperti ini menjadi pekerjaan rumah dari eksekutif untuk selalu melakukan kajian lebih mendalam sebelum melakukan pembangunan.

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News