Kemas Ulang dan Perjualbelikan Gula Rafinasi, NWS Digulung Polisi
Kamis, 13 Februari 2020 21:19 WIB

Polisi+meringkus+NWS+penyalahguna+gula+rafinasi

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Ditreskrimsus Polda DIY meringkus NWS (45) warga Gamping, Sleman lantaran terlibat penyelewengan  Gula Kristal Rafinasi (GKR). Sebanyak 2.150 kg gula rafinasi berbagai kemasan diamankan sebagai barang bukti beserta sejumlah alat pengemas.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto SIK M.Sc menjelaskan, gula rafinasi seharusnya dijual untuk industri atau pabrik, namun oleh tersangka dibuka segel dikemas eceran kemudian diperjualbelikan ke pasaran umum.

Baca juga

"NWS melanggar Pasal 139 jo Pasal 84 ayat (1)  UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan sengaja membuka kemasan akhir GKR untuk dikemas kembali dalam plastik kemasan 0,5 kg dan diperdagangkan kepada konsumen, ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar," terang Yuliyanto, di Mapolda DIY Rabu (12/2/2020).

Selain itu, tersangka juga dijerat Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf i UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar

"Barang bukti 41 karung ukuran 50 kg berisi 100 kg ukuran plastik 0,5 kg, 4 karung ukuran 25 kg berisi 50 bungkus ukuran 0,5 kg dan sejumlah alat termasuk  mesin pengemas gula," katanya.

Ditambahkan Kasubdit 1 Dit Reskrimsus Polda DIY Kompol A. Bangbang Saputra SIK dari karung GKR ukuran 50 kg dibongkar dan dikemas dalam ukuran 20 kg sampai 0,5 kg.

"Harga jual eceran per kilo gula rafinasi sebesar Rp 10.500 sedangkan gula konsumsi Rp 12.500, jadi ada selisih lebih dari Rp 2 ribu per kg, dijual seolah-olah bukan untuk pabrik dijual dalam kemasan 0,5 kg,” terangnya.

NWS sendiri cukup lihai mengoperasikan bisnisnya. Satu ton gula rafinasi bisa dikemas dalam 3 jam. “Oleh tersangka gula tersebut diedarkan disejumlah pasar tradisional,seperti Pasar Tlogorejo, warung dan toko di wilayah  kota Jogja dan di wilayah Sleman," sambungnya.

 

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News