SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Menara Masjid Agung (MMA) Dr Wahidin Soedirohusodo diresmikan pemanfatannya oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo pada Jumat (22/2/2019). Namun setelah peresmian itu, pemanfaatan MMA yang menghabiskan dana belasan miliar tampak belum optimal.
Saat ini MMA masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor PT Jaya Semanggi Enjiniring, namun masa pemeliharaan itu akan berahkhir pada bulan Juni mendatang. MMA dilengkapi tangga dari lantai 1 menuju lantai 5, juga ada lift yang bisa diakses dari lantai 1 hingg lantai 7.
Pengamatan jurnalis media ini, di lantai 1 bangunan yang dibangun dengan dana Rp 12, 2 miliar tersebut terlihat hanya tertata beberapa karpet, di lantai 2 telah dimanfaatkan sebagai ruang perkantoran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman.
Sementara bagian bangunan yang lain belum nampak dimanfaatkan, lantai terlihat kotor dengan sampah kertas berserakan. Bukan hanya itu di beberapa sisi tembok dan dinding, di beberapa dinding catnya mulai terkelupas dan dinding di bagian tangga telah ditumbuhi lumut hijau. Di bagian utara nampak batu pada dinding terlepas hingga plafon yang juga sudah rusak.
Ironisnya lagi, fasilitas lift yang dimanfaatkan untuk naik menuju lantai 2 hingga lantai 7 (ruang pandang 4 di puncak) dalam kondisi ‘mati’. Kondisi ini tentu disayangkan apalagi karena pemasangan lift butuh dana yang tidak sedikit. Mestinya bila memang tidak dibutuhkan, tidak perlu dipaksakan dipasang lift.
Agung Harjanto salah satu pegawai di kantor Baznas Sleman mengaku tidak mengetahui detail perihal bangunan menara itu. ”Saya hanya bertugas menjaga kebersihan di kantor Baznas ini saja, bagian yang lain saya tidak tahu. Lift biasanya bisa di pakai dari lantai 5 ke lantai 7,” katanya.
PPK Pembangunan MMA Sleman Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman, Sukarmin ST menerangkan bahwa masa pemeliharaan akan berakhir pada bulan Juni 2019. “Untuk pemanfaatan termasuk operasional lift sepenuhnya menjadi tanggungjawab bagian kesra Pemkab Sleman,” katanya.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |