PROYEK JALAN BERAN - BALONG: 120 Pohon Mahoni Ditebang, BM Berharap Jalan Tak Ditutup Total
Selasa, 09 Juli 2019 07:00 WIB

SLEMAN (wartakonstruksi.com)  – Proyek peningkatan Jalan mulai simpang empat Beran hingga wilayah  Balong segera dimulai. Persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, baik dengan menebang pepohonan yang ada di pinggir jalan maupun memindah utilitas lain.

Pantauan jurnalis Warta Konstruksi di lapangan, sejumlah pohon perindang yang posisinya tepat di sisi kiri dan  badan jalan mulai ditebang. Pemandangan itu terlihat di sepanjang jalan di wilayah Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sleman atau tepat di sebelah barat Lapangan Pandowoharjo .

Hingga berita ditulis potongan batang pohon, dahan dan ranting-ranting serta dedaunan masih terlihat menumpuk  di sisi jalan. “Bagaimana lagi, karena akan ada pekerjaan pelebaran jalan di tempat tersebut, sehingga pohon- pohon yang terkena pelebaran kita potong,” ungkap ungkap Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Junaidi.

Sejauh ini, kata Junaidi, pihaknya sedang melakukan tahapan pembersihan dan pengangutan  batang pohon yang jumlahnya mencapai 120 buah, kesemuanya jenis pohon Mahoni. “Kita upayakan secepatnya untuk membersihkan, harapannya saat mulai dikerjakan semua sudah bersih,” kata dia.

Dalam tahapan persiapan pelaksanaan proyek, Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Sleman, Achmad Subhan ST mengatakan, saat ini tengah dilakukan Pre-Construction Meeting (PCM) dari kontraktor dan pengawas proyek senilai Rp 11 miliar tersebut. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak pembangunan.

“Mengenai penandatanganan kontrak telah dilakukan kemarin, ini baru saja kita adakan PCM, besok masih ada PCM lagi,” jelas Subhan, kemarin.

Bentangan jalan yang akan dikerjakan, beber Subhan, akan dikerjakan sepanjang 2,85 km, dimulai dari Beran hingga Balong. Melalui proyek ini, jalan akan dilebarkan 1,5 meter menjadi 5,5 meter dari kondisi eksisting saat ini sebelar 4 meter.

Terkait dengan terdampaknya fasilitas publik, seperti tiang listrik, tiang telepon dan pohon-pohon milik DLH Sleman yang saat ini sudah dirobohkan, Subhan memastikan semuanya akan dikondisikan. “Karena ini memerlukan waktu makanya diperlukan koordinasi kepada mereka yang punya kepentingan terhadap jalan sehingga saat mulai dikerjakan nanti semuanya clear,” tandasnya.

Subhan berharap saat proyek berjalan, tidak akan ada penutupan jalan secara total. “Kami berharap kepada pihak kontraktor saat pengerjaan nanti, agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan, dengan cara penutupan separuh jalan,” katanya. 

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News