PSR Sasar Milenial, Diarahkan ke Rumah Vertikal
Senin, 24 Juni 2019 11:17 WIB

JAKARTA (wartakonstruksi.com) - Harga rumah yang terus naik membuat generasi milenial memilih menunda membeli rumah. Akibatnya milenial semakin sulit memiliki rumah. Padahal jumlah mereka cukup banyak, diperkirakan mencapai 81 juta jiwa.

Merespons kondisi ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama asosiasi pengembang, akademisi dan stakeholder lainnya tengah menyiapkan skema program perumahan bagi generasi milenial.

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan, Khawali Abdul Hamid, skema ini akan digarap memalui Program Satu Juta Rumah (PSR). Skema yang sama tidak hanya menyasar milenial, melainkan seluruh masyarakat Indonesia.

Berdasarkan hasil riset Ditjen Penyediaan Perumahan, generasi milenial mengutamakan rumah layak huni berkualitas berupa apartemen atau hunian sewa di pusat kota yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum dan memiliki kemudahan dalam akses internet.
 
Khalawi menjelaskan, program rumah bagi generasi milenial ini diarahkan ke rumah vertikal atau rumah sederhana bersubsidi. Terdapat tiga klaster milenial yang dikaji. Klaster pertama adalah milenial pemula yang berusia 25-29 tahun, baru bekerja atau masih mencari pekerjaan, dan belum menikah.

Klaster kedua adalah milenial berkembang yang berusia 30-35 tahun dan sudah berkeluarga. Klaster ketiga adalah milenial berusia di atas 35 tahun yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan kemajuan finansial.
 
“Klaster pertama akan disiapkan rumah sewa vertikal yang dekat dengan simpul transportasi. Klaster kedua berupa hunian tipe 36 dengan 2 kamar tidur. Sementara klaster ketiga silakan beli sendiri menyesuaikan dengan selera dan gajinya,” ujar Khalawi.
 
Untuk menyiapkan rumah layak huni bagi generasi milenial Kementerian PUPR mengajak pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta untuk ikut ambil peran. Salah satunya adalah lewat skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). (*) 

Sumber: Kementerian PUPR

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News