Progres Fisik Rehabilitasi Masjid Syuhada On The Track, Satker Optimistis Rampung Sesuai Target

masjid+Syuhada

YOGYAKARTA, (wartakonstruksi.com) – Proyek rehabilitasi Masjid Syuhada Yogyakarta yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Daerah Istimewa Yogyakarta terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga minggu ke-28 pelaksanaan, periode 27 Juni–3 Juli 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 36,985 persen, sementara realisasi keuangan telah berjalan sesuai tahapan pembayaran kontrak.

Baca juga

Rehabilitasi Masjid Syuhada merupakan salah satu proyek strategis yang didanai melalui APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp 18.334.696.000 (termasuk PPN). Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Razasa Karya, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT Retracindo Konsultan Indonesia KSO sebagai konsultan manajemen konstruksi.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis  D.I. Yogyakarta, Ir. Raden Haryo Satriyawan, ST, MM mengatakan, seluruh tahapan pekerjaan masih berada pada jalur yang telah direncanakan dan terus diawasi secara intensif untuk memastikan kualitas hasil pembangunan.

“Hingga minggu ke-28, progres fisik rehabilitasi Masjid Syuhada telah mencapai 36,985 persen. Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala bersama penyedia jasa dan konsultan manajemen konstruksi agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, memenuhi spesifikasi teknis, serta tetap mengedepankan aspek mutu dan keselamatan konstruksi,” ujar Haryo.

Ia menjelaskan, ruang lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pekerjaan bangunan utama yang terdiri atas struktur, arsitektur, mekanikal dan plumbing, elektrikal dan elektronikal, hingga pekerjaan pendukung berupa penataan lansekap dan pemasangan signage.

Menurut Haryo, koordinasi antara seluruh pihak yang terlibat terus diperkuat agar setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.

“Kami optimistis rehabilitasi Masjid Syuhada dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik. Harapannya, setelah selesai nanti, masjid ini dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat dalam beribadah sekaligus menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang tetap terjaga nilai sejarah dan fungsinya,” tambahnya.

Berdasarkan kontrak, pelaksanaan pekerjaan berlangsung selama 300 hari kalender. Target Provisional Hand Over (PHO) dijadwalkan pada 17 Oktober 2026, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender, sebelum dilakukan Final Hand Over (FHO) pada 14 April 2027.

Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, dirinya berharap rehabilitasi Masjid Syuhada dapat selesai sesuai jadwal sehingga masyarakat segera dapat memanfaatkan kembali rumah ibadah tersebut dengan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan representatif.

Penulis

WK 003

Editor

Dodi Pranata