Proyek Infrastruktur Mudah Rusak, Dewan Desak PU Optimalkan Pengawasan
Rabu, 11 September 2019 20:57 WIB

Anggota+DPRD+Kulon+Progo

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Banyaknya proyek infrastruktur yang rusak tak lama setelah proyek selesai dikerjakan, memantik atensi DPRD Kulon Progo. Dewan pun mendesak agar Dinas PUPKP mengoptimalkan aspek pengawasan agar kualitas proyek sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.

Demikian diungkap anggota DPRD Kulon Progo, Progo Priyo Santosa SH saat ditemui pada Rabu (11/9/2019). Menurut Priyo, sejak 2017 lalu, salah satu rekomendasi DPRD adalah mendorong agar semua pembangunan infratsruktur disemua wilayah menggunakan cor beton serta aspal sheet. Hal ini guna efisiensi anggaran dalam jangka waktu mendatang.

Baca juga

“Memang rekomendasi dewan pada dua tahun lalu, semua pembangunan jalan menggunakan cor beton dan aspal sheet. Untuk pelaksanaan kan sudah berjalan dua tahun ini. Dan tujuan rekomendasi itu agar tidak tiap tahun anggaran hanya tersedot untuk perbaikan jalan,” ucap Priyo Santosa.

Meski demikian dari pemantauan di lapangan, proyek pembangunan jalan yang menggunakan cor beton, di sejumlah wilayah didapati mudah mengalami kerusakan, baik yang memiliki jangka waktu kurang dari setahun maupun proyek pembangunan jalan yang baru saja selesai dikerjakan.

“kalau memang di lapangan ternyata seperti itu, sudah seharusnya PU dan pengawas lebih optimal dalam melakukan pengawasan. Sebelum dilakukan pengecoran kan semestinya ada hasil uji lab dari beton itu sesuai atau tidak. Dinas teknis terus jangan hanya mengandalkan konsultan pengawas saja, mereka juga harus turun untuk memastikan hasil pekerjaan," tandas Priyo.

Selain itu, anggota DPRD dari Dapil Lendah – Galur ini juga mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan dari setiap pembangunan di Kulon Progo, sehingga memiliki kualitas yang sesuai dengan yang diharapkan. “Elemen masyarakat harus ikut mengawasi sehingga kualitasnya sesuai, kalau ada yang tidak sesuai segera saja informasikan ke dinas teknis. Ke depan perlu kita adakan pelatihan untuk warga Kulon Progo agar bisa ikut mengawasi pembangunan,” ungkapnya

Wartakonstruksi.com beberapa kali menemukan fakta kerusakan pada proyek yang baru saja dikerjakan, maupun proyek yang usianya belum genap setahun. Proyek peningkatan jalan lokal  primer II Pengasih – Serut misalnya mengalami keretakan dengan batu kerikil yang mencuat kepermukaan, dua hari pasca dilakukan pengecoran beton.

Hal yang sama terjadi pada proyek peningkatan jalan Clereng – Gemulung juga mengalami keretakan dalam jangka waktu dua minggu dari selesainya pengecoran beton. Dan tidak jauh berbeda, terjadi pada proyek pelebaran jalan Banjaran Desa Giripurwo, dimana cor beton mulai mengelupas dan material berupa batu kerikil tampak mencuat dipermukaan dalam kurun waktu kurang dari setahun.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News