YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta sudah mulai berjalan sejak Mei lalu. Proyek senilai Rp 16,6 miliar ini ditarget selesai pada Desember mendatang.
Pejabat Pembuat Komiten (PPK) Rumah Susun Ign Sudarno ST MT mengungkapkan, rusunawa bakal dibangun hanya satu unit, dengan ketinggian tiga lantai. Nantinya rusunawa akan terdiri dari 42 unit hunian dengan ukuran 3 x 6 meter.
Menurut Sudarno, pembangunan rusunawa di Kota Yogyakarta dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang cukup tinggi. Setelah selesai rusunawa akan diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Sesuai kontrak pekerjaan akan digarap dalam 210 hari kalender, mulai tanggal 31 Mei sampai 26 Desember 2019 mendatang,” ucap Sudarno, Jumat (28/6).
Dijelaskan, rusunawa dibangun di atas tanah dengan luas sekitar 3.000 meter persegi. Struktur bangunan menggunakan beton konvensional, bukan britkes. Setelah usai dibangun, akan langsung diserahkan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dengan sistem hibah. Selanjutnya Pemkot yang akan menjadi pengelolanya.
Ditambahkan, warga bisa memanfaatkan rusunawa dengan sistem sewa selama 4 tahun. “Penggunaan akan digunakan oleh warga sekitar dengan sistem sewa selama 4tahun,” tambahnya.
Selain di Tegalrejo, lanjut dia, ke depan pihaknya akan mendirikan bangunan serupa di berbagai wilayah di DI. Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Kulonprogo, karena daerah ini ke depan akan mengalami peningkatan populasi penduduk yang signifikan seiring dioperasionalkannya bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Rusunawa MBR sebagai solusi hunian layak yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, oleh karenanya pemerintah daerah dengan kewenangannya dapat mencadangkan atau menyediakan tanah untuk pembangunan perumahan dan permukiman bagi MBR.
| Penulis | : MG-WK002 |
| Editor | : Sodik |