RUSUNAWA TEGALREJO : Progress Positif, Proyek Dilembur agar Target Tak Meleset
Kamis, 18 Juli 2019 15:56 WIB

Progress+Proyek+Rusunawa+MBR+Tegalrejo

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Progress pembangunan Rusunawa MBR Tegalrejo masih mengalami deviasi positif. Meski begitu pekerjaan dikebut dengan memberlakukan lembur agar bisa selesai sesuai jadwal, bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

“Kita lembur terus, kalau gak lembur justru malah pesimistis kita. Maunya selesai sekarang biar nanti di belakang tidak terlalu repot,” ucap Ibnu Hibban, Site Manager proyek Rusunawa MBR Tegalrejo saat ditemui di ruang direksi keet, kemarin.

Pria yang akrab disapa Aan ini mengungkapkan, kebijakan lembur bukan tanpa alasan. Waktu untuk menggarap pekerjaan sudah banyak terpotong. Sebelumnya, pekerjaan terpotong libur Hari Raya Idul Fitri. Kemudian dalam waktu dekat, pekerjaan juga akan terpotong karena aka nada pekerjaan Saluran Air Hujan (SAH) yang akan memasuki proses pengaspalan.

Disinggung mengenai ketersediaan bahan batching plant yang menggunakan produk dari Pioneer, Aan memastikan semuanya aman. Sebab, pihaknya sudah menjalin komunikasi sejak lama. “Jadi untuk ketersediaan tidak ada masalah. Kita sudah komunikasi lama,” katanya lagi.

Aan menambahkan, akses jalan menuju lokasi proyek tidak masalah, tetap dibuka seperti biasa. Hanya saja saat ada kendaraan besar masuk, jalan untuk sementara dibuka tutup dengan menempatkan kru baik di depan, tengah maupun belakang. Hal ini dilakukan agar tidak timbul kemacetan terutama pada tikungan.

“Molen besar yang masuk ke sini kan temporari. Kemarin juga kita ngecor 100 m3, sekitar 11-an kendaraan tidak masalah. Memang awalnya sempat ada kekhawatiran dari warga jalan akan ditutup. Tapi kami tidak memberlakukan itu, hanya pada kondisi tertentu saja memang diblok, kemudian dibuka lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komiten (PPK) Rumah Susun Ign Sudarno ST MT mengungkapkan, rusunawa yang dibangun hanya satu unit, dengan ketinggian tiga lantai. Nantinya rusunawa akan terdiri dari 42 unit hunian dengan ukuran tipe 36. Pembangunan rusunawa di Kota Yogyakarta dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang cukup tinggi. Setelah selesai rusunawa akan diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

“Sesuai kontrak pekerjaan akan digarap dalam 210 hari kalender, mulai tanggal 31 Mei sampai 26 Desember 2019 mendatang,” ucap Sudarno. Rusunawa dibangun di atas tanah dengan luas sekitar 3.000 meter persegi. Struktur bangunan menggunakan beton konvensional, bukan britkes.

Ditambahkan, warga bisa memanfaatkan rusunawa dengan sistem sewa selama 4 tahun. “Penggunaan akan digunakan oleh warga sekitar dengan sistem sewa selama 4 tahun,” tambahnya.

 

Penulis : ED-WK01
Editor : ED-WK02
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News