SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kerusakan berulang pada ruas jalan Karangpakis - Grogolan serta Banjarharjo - Ngemplak, di wilayah Kabupaten Sleman tengah menjadi sorotan. Pasalnya tingginya intensitas kendaraan bertonase berat, terutama dari aktivitas tambang pasir, membuat kondisi jalan cepat mengalami penurunan kualitas meski telah dilakukan perbaikan secara berkala.
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan jalan kerap bergelombang dan berlubang akibat fenomena sliding atau pergeseran struktur jalan. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
Baca juga
Sejumlah warga menyebut, kerusakan jalan kerap terjadi dalam waktu relatif singkat setelah dilakukan perbaikan. Mereka menilai, penanganan yang bersifat rutin belum cukup mampu mengimbangi beban lalu lintas yang terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) selama ini terus melakukan pemeliharaan rutin pada ruas tersebut. Namun demikian, solusi jangka panjang dinilai perlu segera direalisasikan.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/04-2026/karangpakis-grogolan--07-07.jpg)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPKP Sleman, Sukarmin, ST., MT, mengakui bahwa karakteristik lalu lintas di ruas tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas jalan.
“Ruas Karangpakis – Grogolan dan Banjarharjo - Ngemplak memiliki intensitas kendaraan berat yang cukup tinggi, khususnya dari aktivitas tambang galian C. Hal ini menyebabkan struktur jalan lebih cepat mengalami kerusakan seperti bergelombang dan berlubang,” ungkapnya.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/04-2026/Sukarmin-ST-MT--07-07.jpg)
Menurutnya, meskipun mahal peningkatan konstruksi jalan dengan menggunakan rabat beton menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.
“Selama ini kami melakukan pemeliharaan rutin sebagai langkah penanganan sementara. Namun untuk jangka panjang, penggunaan rabat beton dinilai lebih mampu menahan beban kendaraan berat. Saat ini masih dalam tahap kajian dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran daerah,” jelas Sukarmin.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/04-2026/Ruas-Jalan-BanjarharjoNgemplak--07-07.jpg)
Ia menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada para pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase besar, untuk tetap memperhatikan kapasitas jalan guna menjaga usia layanan infrastruktur.
Dengan adanya rencana peningkatan konstruksi tersebut, diharapkan permasalahan kerusakan berulang pada ruas Karangpakis–Grogolan dan Banjarharjo - Ngemplak dapat teratasi secara lebih optimal, sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.
| Penulis | : WK 003 |
| Editor | : Dodi Pranata |