Sudah Beri Toleransi, Penambangan di Minggir Tetap Dilaksanakan
Senin, 28 September 2020 21:13 WIB

Kuasa+Hukum+PT+CMK

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pemegang izin usaha pertambangan operasi di Jomboran, Sendangagung, Minggir, Sleman, PT. Citra Mataram Konstruksi, memastikan operasional penambangan tetap akan dilakukan meski ada penolakan warga. Alasannya, perusahaan telah memberikan toleransi yang cukup untuk kesepakatan warga.

Di samping itu, perusahaan juga sudah melakukan tahapan-tahapan yang diperlukan sebelum operasional penambangan dimulai. Salah satunya sosialisasi yang sudah dilaksanakan sebanyak 4 kali, sejak November 2019 lalu.

Baca juga

“Karena itu perusahaan akan tetap melakukan operasional penambangan dengan meminta bantuan pengamanan kepada aparat setempat. Karena sebagai masyarakat maupun badan hukum berhak meaha mperoleh perlindungan hukum atas ancaman maupun tindakan sekelompok yang berusaha menghalangi usaha pertambangan yang sah,” tegas Yacob Rihwanto, SH MH CIL dari kantor hukum Layung & Rekan, selaku penasehat hukum perusahan.

Yacob menjelaskan, operasional penambangan akan dilakukan PT. Citra Mataram Konstruksi berdasarkan persetujuan izin usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Bukan Logam dan Batuan Komoditas Pasir dan Batu no. 545/05179/PZ/2020 tanggal 14 Juli 2020.

{$lg[1]}
Suasana audiensi warga Jomboran Minggir di BBWS Serayu Opak

Secara kronologis, Yacob menjelaskan, bahwa permohonan izin pertambangan operasi produksi diajukan pada 27 Juni 2019. Rekomendasi teknis dari BBWS Serayu Opak untuk permohonan izin usaha pertambangan pada Sumber Air No. SA 0203.ag.4.42/33 keluar pada 9 Januari 2020.

“Izin lingkungan keluar tanggal 14 April 2020 dengan nomor 667/03719/PZ/2020. Berikutnya izin dari ESDM meliputi rekomendasi eksplorasi, rekomendasi studi kelayakan, rekomendasi pasca tambang rekomendasi pemberdayaan masyarakat, rekomendasi sarana dan prasarana, rekomendasi RKAB eksplorasi, dan rekomendasi RKAB operasi produksi,” jelasnya.

Persetujuan izin usaha pertambangan operasi produksi keluar pada tanggal 14 Juli 2020. Perusahaan, lanjut Yacob, sudah menunda pengoperasian tambang selama 2 bulan guna memberikan toleransi kepada warga untuk melakukan musyawarah mufakat agar tercapai win sin solution.

Namun demikian perusahaan tidak bisa menunda waktu lebih lama lagi dan akan tetap melakukan operasi penambangan. Tindakan tegas akan diambil perusahaan terhadap siapa pun yang berusaha menghalangi pelaksanaan penambangan sebagaimana diatur dalam Pasal 162 Undang-Undang No.2 Tahun 2020 tentang Pertambangan Minerba.

“Kami akan laporkan siapa pun yang menghalang-halang pelaksanaan penambangan yang sah, sesuai ketentuan UU Minerba nomor 3 Tahun 2020,” tegasnya.

Wara Jomboran, Sendangagung, Minggir, Sleman sebelumnya menolak penambangan pasir dengan alat berat di bantaran Sungai Progo di wilayah mereka. Warga khawatir penambangan dengan alat berat akan menimbulkan kerusakan lingkungan dan hilangnya sumber air.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News