TALUD DEPAN RSUD SLEMAN AMBROL: Baru Berusia 5 Tahun, Tanpa Cor Beton dan Penguat
Rabu, 09 Oktober 2019 21:20 WIB

talud+rsud+sleman+ambrol

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Runtuhnya bangunan talud di sungai yang melintasi area RSUD Sleman patut dipertanyakan. Faktanya bangunan baru berumur 5 tahun. Di lokasi talud yang ambrol juga tidak ditemukan cor beton dan tidak ada penguat apa pun.

Terlihat bongkahan-bongkahan batu tanpa diberi penguat apapun, tidak ditemukan adanya cor beton, bahkan campuran material terlihat didominasi pasir saja.

Baca juga

Akibat insiden pada Rabu (9/10/2019) sekitar  jam 10.15 WIB tersebut, dua orang mengalami luka cukup serius akibat tertimpa material bangunan. Keduanya yakni Suwito Budi Santosa (46) warga Jetis Medari, Caturharjo, Sleman, dan Suradal (60) penduduk Bener Pingit, Tegalrejo, Yogyakarta. Kini korban dalam penanganan serius petugas medis  RSUD Sleman.

"Jadi yang sedang berjalan adalah proyek perbaikan talud  untuk memperkuat  talud lama agar tidak tergerus air. Talud yang lama ambrol saat pekerja sedang bekerja di bawahnya," terang PPK Proyek Pembangunan Talud RSUD Sleman, Eko Raharjo kepada wartakonstruksi.com di lokasi kejadian.

Eko mengatakan bahwa konstruksi talud lama dibangun pada 2014, namun dirinya tidak mengetahui siapa  kontraktor yang menggarap.

"Saat dibangun saya belum bertugas di sini, kalau proyek yang sekarang dikerjakan oleh CV Konstruksindo Kemala Sapta dengan nilai kontrak Rp 277 juta, kalau kedua korban  sudah mulai  sekitar dua hari yang lalu," ungkap dia.

Direktur RSUD Sleman, Joko Hastaryo memastikan korban telah tertangani dengan baik. "Persoalan korban sedang kita tangani, semoga lekas terkondisi dengan baik. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berupaya menyelamatkan para korban," tutur Joko.

Sugi selaku mandor pelaksana proyek mengaku akan menanggung seluruh biaya pengobatan kedua korban, dia pun memastikan bahwa talud yang ambruk adalah bangunan lama.

"Biaya di rumah sakit kedua korban akan kita tanggung sepenuhnya, untuk pelaksanaan proyek akan kita hentikan untuk sementara waktu, menunggu kondusif semua," kata Sugi.

Karena lokasi berada di bantaran sungai, media ini mencoba mendapatkan informasi di DPUPKP Sleman, pihaknya memastikan bahwa pekerjaan talud tersebut bukan ranahnya, seperti disampaikan Muhammad Arif Asnawi sekalu Kepala Bidang Sumber Daya Air.

"Itu bukan pekerjaan kita, kalau spek yang kita bangun ada cor beton- beton, ciri bangunan kita dengan posisi batu ke depan," katanya.

 

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News