TAMBANG LIAR di HARGOBINANGUN: Disoroti KLHK, Leluasa Beroperasi Tanpa Hambatan. Sengaja Dibiarkan?
Kamis, 11 Juli 2019 14:09 WIB

Aktivitas+Penambangan+Pasir+Ilegal+di+Hargobinangun+Pakem+Sleman

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Penambangan pasir illegal di pekarangan warga di desa Hargobinangun, Pakem, Sleman kian mengkhawatirkan. Aktivitas penambangan yang sudah berlangsung lama itu mendapat sorotan langsung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Informasi KLHK yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas penambangan pasir ilegal dilakukan di lahan pekarangan warga Desa Hargobinangun, Pakem. Aktivitas ilegal itu tersebar di 6 hamparan lahan dengan luas perkiraan kurang lebih 13 Ha, rata-rata kedalaman 10-15 meter, terletak di luar kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), jarak terdekat dengan kawasan hutan 1,3 km.

Aktivitas penambangan dilakukan secara tradisional atau manual, melibatkan kurang lebih 100 penambang. Ironisnya mayoritas penambang justru berasal dari luar DIY. Lahan bekas tambang membentuk cerukan-cerukan besar dan tebing – tebing curam yang berpotensi longsor, mengancam keselamatan penambang pasir dan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Bahkan informasinya sudah terjadi kecelakaan  kerja dan longsor yang mengakibatkan kematian penambang pasir.

Baca juga

Merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan TNGM, lokasi penambangan pasir illegal terletak di zona Budidaya 3 (B3). Zona ini ditetapkan untuk pengembangan potensi budidaya hortikultura dan perkebunan yang mendukung fungsi TNGM dan berbasis mitigasi bencana. Artinya aktivitas penambangan itu tidak sesuai dengan RTRK TNGM.

Karenanya KLHK meminta aktivitas penambangan segera dihentikan disertai upaya penegakan hukum oleh Pemda setempat. Kemudian dilakukan pencegahan dan pengawasan lebih lanjut terhadap aktivitas penambangan pasir dan batu di lokasi, serta melakukan pemulihan ekosistem pada lahan pasca tambang. Permintaan itu tertuang dalam surat yang dikirimkan langsung kepada Bupati Sleman.

Pantauan jurnalis WK Magz (bagian grup wartakonstruksi.com, red) di lokasi, didapati pemandangan berupa tebing- tebing sisa galian tambang pasir. Nampak pula 1 unit truk sedang menunggu pekerja yang tengah menaikkan pasir. Para pekerja tampak cuek dengan adanya tebing di sekitarnya, padahal sangat rawan longsor dan  mengancam keselamatan jiwa. Terlihat pula hilir mudik beberapa truk di ruas jalan kampung, keluar masuk menuju lokasi tambang.

 

Penulis : Tim Redaksi WK
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Popular News