TEMPAT KULINER TANPA TOILET : DLH Sleman Ngeles Sudah Ada di Pasar, APK Sebut Sembrono
Sabtu, 29 Juni 2019 11:41 WIB

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Proyek penataan Taman Denggung dengan pembangunan tempat kuliner oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, mendapat sorotan tajam. Aliansi Pengawas Konstruksi (APK) menilai perencana proyek tersebut sembrono.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Sleman, Junaidi, menjelaskan proyek yang merupakan bagian penataan area seputar lapangan Denggung sudah sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) tanpa dilengkapi fasilitas toilet.

Dia beralasan, toilet sudah di dalam bangunan pasar yang posisinya berdekatan dengan tempat kuliner yang tenga dibangun. “Memang tanpa toilet, karena sudah tersedia di dalam pasar,” kilahnya saat dikonfirmasi Warta Konstruksi, kemarin.

Direktur Eksekutif APK, Baharuddin Kamba, menyebut alasan DLH sangat tidak masuk akal. Dia menyebut membangun sarana untuk menampung pedagang kuliner tanpa dilengkapi toilet, perlu ditinjau lagi. Bagaimana pun lokasi seperti akan akan mendatangkan banyak orang, dan secara otomatis fasilitas seperti toilet akan dibutuhkan.

“Tetap harus ada toiletnya, kalau pedagang atau pengunjung mau ke toilet bagaimana. Alasan sudah ada di pasar, jadi bisa ‘nunut’ gitu, bagi kami itu mengada-ada. Di pasar lebih banyak pedagang dan pengunjungnya,” terang Bahar.

Lagi pula, lanjut aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) ini, bila toilet pasar di sisi utara Denggung yang jadi acuan, untuk apa dibuat tempat kuliner. “Bangunan untuk menampung puluhan pedagang kuliner kok tidak ada toiletnya, tidak masuk akal. Aneh,” tegasnya lagi.

{$lg[1]}

Proyek sendiri menggunakan dana APBD Rp 734,5 dan digarap CV Banturejo. Lokasi bangunan didirikan persis di utara lapangan Denggung, nyaris berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Berukuran 23 x 16,6 meter, bangunan sengaja didesain terbuka dan tanpa sekat, dilengkapi fasilitas wastafel atau bak cucian, pipa pembuangan air kotor, tampungan air dan sumur bor. Sekali lagi sayangnya tanpa adanya toilet.

Material bangunan didominasi  besi, terdiri dari pipa besi hitam 4” tebal 4,5 mm, pipa besi 4” tebal 4,5 mm, besi hollow 5 x 10 ketebalan 1,7 mm serta  atap spandek pasir. Ketinggian maksimal bangunan sekitar 6 meter. 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News