TERLALU: Selokan Mataram Tanpa Pemeliharaan, Petani Kowang Kekurangan Air di Musim Hujan
Senin, 13 Januari 2020 05:36 WIB

selokan+mataram+mampet

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Jaringan Saluran Induk Mataram adalah sistem irigasi yang menjadi tulang punggung penyediaan air pertanian di wilayah Yogyakarta bagian utara. Namun kini fungsinya mulai dipertanyakan karena jaringan yang mempunyai cakupan pengairan potensial 33 ribu hektare tersebut sudah tidak mampu lagi mengairi sampai ke hilir.

Realita ini di alami masyarakat petani yang tinggal di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Setidaknya sekitar 31 Hektar area pertanian di wilayah tersebut kekurangan pasokan air irigasi.

Baca juga

Dampak dari kekurangan air tersebut menyebabkan musim tanam menjadi bergeser, hal ini tentu menjadi permasalahan besar bagi para petani di wilayah tersebut. Sebelumnya pertanian di wilayah tersebut tidak pernah kekurangan pasokan air.

Penyebabnya adalah jaringan irigasi Selokan Mataram sudah tidak mampu lagi mengaliri air ke persawahan mereka, meskipun sudah memasuki musim penghujan selokan tersebut tidak berfungsi secara normal.

{$lg[1]}
Selokan Mataram penuh rumput liar dan sedimentasi parah. Foto: dok WK

"Saluran Selokan Mataram tinggal kenangan mas, sekarang sudah beralih fungsi jadi lahan tempat di mana tumbuhnya rumput liar, tidak lagi ada pemeliharaan rutin dari pemerintah," ujar Harmoko warga setempat.

Sudah lama tidak ada pemeliharaan, lanjut dia, padahal sedimen lumpur sudah sangat dangkal, sehingga menyebabkan aliran tidak normal. Kondisi itu diperparah dengan rumput liar yang tumbuh subur di area selokan.

{$lg[1]}
Sejak lama Selokan Mataram tidak pernah dilakukan pemeliharaan akibatnya air irigasi idak mengalir sampai hilir. Foto: dok WK

Atas kondisi itu, dirinya meminta adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera melakukan pemeliharaan selokan, supaya permasalahan kekeringan yang dirasakan petani segera dapat teratasi.

Menurut data PUP ESDM DIY, pengelolaan jaringan irigasi Selokan Mataram bukan lagi kewenangan daerah. Sebelumnya memang dikelola daerah yakni oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Progo-Opak-Oyo (Balai PSDA WS POO/Balai POO). Namun, kini pengeloaan selokan Mataram ada di pusat melalui BBWS Serayu Opak. 

 

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News