Tak Segera Dituntaskan, Proyek SAH Dekat BPK DIY Dikeluhkan Warga

jalan+di+crossing+dekat+BPK+semrawut

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Proyek pekerjaan saluran air hujan (SAH) di Jalan HOS Cokroaminoto atau tepatnya di dekat kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DIY, tak kunjung dituntaskan. Kondisi itu dikeluhkan warga khususnya pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Pantauan di lokasi, masih terlihat bekas pekerjaan pemasangan box culvert yang digunakan untuk saluran air hujan. Kontur jalan sedikit menjorok ke dalam persis di bagian tengah pada simpang tersebut, sehingga kendaraan yang melintas harus lebih pelan. Bila tidak, pengendara, khususnya roda dua berisiko terjatuh.

Baca juga

Sedikit ke timur, persisnya di samping traffic light, juga terlihat bekas galian dan bekas pekasangan box culvert. Di sisi selatannya terlihat bekas galian yang sedikit ambles. Separuh jalan itu semula dipasang pembatas agar tidak dilalui, namun sejak kemarin pembatas digeser lebih ke selatan.

Dari titik traffic light ke timur sampai dengan jembatan masih terlihat bekas pekerjaan yang belum tuntas. Di beberapa titik, terlihat besi penutup mainhole. Posisinya tidak rata dengan jalan, sehingga bila terlintas kendaraan roda dua akan sangat riskan menimbulkan kecelakaan bila dalam kecepatan tinggi.

{$lg[1]}
Pengendara harus berhati-hati saat melintas di simpang Jalan HOS Cokroaminoto dekat BPK DIY menyusul adanya pekerjaan yang tak kunjung dituntaskan oleh penyedia jasa. Foto: dok WK

Kemudian di ujung jembatan, tampak tumpukan material yang dibiarkan begitu saja. Ini juga tentu membahayakan karena lalu lintas di ruas tersebut cukup padat. Terlebih ruas itu sudah dilalui dari dua arah.

“Lama sekali pekerjaannya, gak cepet-cepet diselesaikan. Mau nunggu apa lagi coba, masak dibiarkan gitu aja, kan bahaya kalau begitu terus,” ucap Iksan, warga Sleman yang setiap hari melintas di jalan tersebut.

Senada diungkap Asep Fajar. Menurutnya ada kemungkinan pelaksana proyek tidak punya dukungan aspal yang memadai sehingga sisa pekerjaan setelah selesai pemasangan box culvert tidak segera digarap dengan dilakukan pengaspalan.

“Dukungan aspalnya gimana itu, jangan-jangan gak punya dukungan aspal yang memadai. kasihan pengguna jalan di sini, kontraktornya sih mungkin masa bodo, lagi pula kan bukan orang Jogja kontraktornya,” sergah Asep.

Umi Akhsanti ST MT, Kabid Bina Marga Dinas PUPKP Kota Yogyakarta mengatakan, proyek crossing di Jalan Cokroaminoto bukan ditangani bidangnya, melainkan bidang Sumber Daya Air (SDA). Bina Marga, lanjut Umi, sudah melakukan koordinasi dengan bidang terkait. “Kami sudah koordinasi tapi kewenangan ke penyedia ada di SDA,” ucap Umi.

Proyek crossing di Jalan HOS Cokroaminoto merupakan bagian dari proyek pembangunan SAH Jl. Indraprasta Cs. Proyek senilai Rp 4,613 miliar itu digarap PT. Remaja Mandiri Jaya Selaras beralamat di Jl. Durian Utara IIII/ No. 17C Banyumanik, Semarang.

 

Penulis

O-Kz

Editor

Dodi Pranata