SLEMAN (wartakonstruksi.com) — Rencana pembangunan Jembatan Rejosari 1 yang berada di ruas Jalan Kayunan–Candi dipastikan batal direalisasikan pada tahun ini. Penundaan tersebut disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah.
Jembatan Rejosari 1 menjadi sorotan karena kondisi fisiknya yang menyempit dan tidak sebanding dengan lebar jalan di sekitarnya. Akibatnya, kendaraan roda empat yang berpapasan di atas jembatan harus saling mengalah dengan cara berhenti terlebih dahulu, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan.
Baca juga
Kasi Peningkan Jalan dan Jembatan DPUPKP Sleman, Dwi Endarto ST, mengungkapkan bahwa peningkatan jembatan tersebut sebenarnya telah diusulkan. Namun, hingga saat ini belum dapat direalisasikan karena belum masuk dalam skala prioritas pembangunan.
“Sudah kami usulkan untuk ditingkatkan, tetapi dengan kondisi anggaran yang terbatas, belum bisa dilaksanakan tahun ini,” ujarnya kepada wartakonstruksi.com, Kamis (2/4/2026).
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/04-2026/jembaatan-rejosari-1--07-07.jpg)
Kondisi tersebut tentu menuai keluhan dari para pengguna jalan. Salah seorang pengguna jalan Harno yang setiap hari melintasi jembatan tersebut mengaku kecewa atas penundaan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, ruas jalan Kayunan–Candi tergolong padat sehingga keberadaan jembatan yang sempit menjadi kendala serius bagi kelancaran lalu lintas.
Selain itu, ia juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung di sekitar jembatan, khususnya penerangan jalan. “Kalau malam hari sangat gelap, apalagi saat hujan, jadi rawan dan berbahaya,” katanya.
Dirinya berharap pemerintah segera memprioritaskan peningkatan Jembatan Rejosari 1 mengingat perannya yang cukup vital dalam mendukung mobilitas masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.
| Penulis | : WK 003 |
| Editor | : Dodi Pranata |