KULON PROGO (wartakonstruksi.com) - Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Wana Winulang sempat menuai kontroverai pada awalnya. Seiring waktu, RTH terus bersolek dan kini ini terus dilakukan perawatan oleh instansi terkait. Keberadaan Taman Wana Winulang pun menjadi salah satu alternatif wisata murah sekaligus menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) lantaran sudah ada dukungan fasilitas yang relatif lengkap bila dibanding lokasi lain.
Pantauan di lokasi, Taman Wana Winulang yang berada di wilayah Desa Margosari Kecamatan Pengasih dilengkapi sejumlah gazebo, toilet umum dan sejumlah sarana bermain untuk anak – anak. Lantai konblok di Taman Wana Winulang dipercantik dengan cat warna – warni sehingga terlihat makin menarik.
Baca juga
Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Dinas PUPKP Kulon Progo, Toni mengatakan, perawatan khususnya kebersihan Taman Wana Winulang rutin dilakukan sehingga taman tersebut makin banyak dikunjungi warga baik untuk sekadar bermain maupun menyelenggarakan event tertentu.
“Beberapa waktu lalu untuk lantai konblok kita cat, terus kita tambahi beberapa tanaman seperti cemara, palem dan beberapa tanaman hias lain. Harapannya bisa makin menarik bagi masyarakat yang ingin bermain dilokasi itu,” ujar Toni.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/10-2019/Wana-Winulang-bersolek--16-12.jpg)
Taman Wana Winulang yang berada di lahan seluas 1 hektare ini dibangun sejak 2012 silam, sering terendam genangan air saat musim hujan tiba, sehingga perlu adanya peninggian permukaan tanah lantaran letak taman berdampingan dengan Sejumlah perkantoran Pemda, baik Kantor Sat Pol PP, Kantor Dinas Perpustakaan maupun Gedung DPRD Kulon Progo.
“Beberapa waktu lalu memang pas musim hujan itu ada beberapa titik yang sering terendam genangan sehingga membuat tidak nyaman, tapi kalau sekarang sudah kita lakukan pengurukan. Tanah uruknya juga tidak sembarangan karena sekalian kita kembangkan untuk pupuk dan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sehingga potensi adanya genangan sudah kita atasi,” paparnya.
Dengan adanya sentuhan perawatan yang dilakukan oleh pemerintah, diklaim banyak elemen warga, baik ormas maupun lembaga pendidikan yang mengajukan izin untuk menyelenggarakan kegiatan di lokasi tersebut. “Ada beberapa yang mengajukan izin resmi untuk kegiatan, baik outbound maupun kegiatan kepemudaan,” pungkas Toni.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |