KLATEN (wartakonstruksi.id) – Perubahan besar terjadi di Desa Tanjungan, Klaten. Perlahan desa yang sebelumnya merupakan salah satu desa miskin di Klaten berubah membaik. Mayoritas penduduknya bertani yang penghasilannya tidak besar. Akibatnya banyak anak hanya bersekolah sampai SD. Sedikit saja yang melanjutkan sampai perguruan tinggi.
Bahkan sampai tahun 2000-an, akses jalan menuju desa itu masih berupa tanah atau bebatuan. Saat hujan, jalanan berlumpur sehingga menyulitkan kendaraan yang lewat. Belum lagi bila mobil yang hendak lewat karena jalan sudah seperti medanÂ
off-road.
Baca juga:
Ada akses jalan yang lebih keras karena bercampur bebatuan. Tapi, bila kendaraan jenis sedan melewati jalan itu, sudah pasti sering masuk bengkel untuk diservis. Namun semua itu berubah berkat dana desa yang dikucurkan pemerintah. Dana dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur seperti jalan, gedung, taman sampai talud atau jalan usaha tani dan talud irigasi.
“Saat dana desa disalurkan, kami memprioritaskan pembangunan fisik atau infrastruktur. Kami membangun atau mengaspal jalan sehingga akse ke desa kami kian mudah. Tidak ada lagi cerita jalan berlumpur. Kami fokus pembangunan dan pemberdayaan sejak dana itu dikucurkan tiga tahun lalu,†ujar Lurah Desa Tanjungan, Suharna.

Infrastruktur lain yang dibangun adalah talud jalan usaha tani dan irigasi. Ini untuk memperlancar distribusi karena petani tak sulit membawa hasil panen dari sawah. Dan irigasi yang tertata memungkinkan untuk menaikkan produktivitas padi.
Sektor sarana dan prasana yang terkait dengan pertanian sengaja jadi prioritas lantaran sebagian besar penduduknya menjadi petani. Untuk pembangunan satu jalan usaha tani saja, desa mengeluarkan dana Rp 50 juta.

Dalam pemanfaatan dana desa, Suharna melibatkan jajaran di tingkat RW dan RT. Terutama untuk pembangunan jalan tingkat padukuhan atau desa. Masing-masing RW mendapat dana Rp 20 juta yang digunakan untuk membangun jalan.
“Jalan untuk masuk perkampungan memang pengelolaannya diserahkan RW dan RT setempat. Sedangkan jalan poros desa, yaitu yang menghubungkan jalan desa dengan jalan besar, langsung ditangani kelurahan. Dengan pembangunan jalan, akses ke Desa Tanjungan menjadi lebih mudah,†pungkasnya.
Gonang S
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |