- Bangun Irigasi Tersier, DPKPP Klaten Kucurkan Dana Rp 3,7 M
- Ada Dana Desa, Jalan Berlumpur di Tanjungan Dipermak jadi Mulus
- TELAGADESA BATURETNO: Warga Soroti Lampu Penerangan Redup
Dengan adanya pagar kawat itu, lapangan bisa dimanfaatkan untuk bermain sepak bola atau futsal. Untuk melengkapi pagar kawat itu, desa mengeluarkan dana sebesar Rp 20 juta. Dengan adanya kawat, anak-anak tidak perlu lagi mengambil bola sampai ke sawah.
“Sebelumnya, bola yang ditendang bisa keluar sampai ke sawah. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Untuk rencana selanjutnya, kami menyediakan area untuk angkringan di sekitar alun-alun,†kata Suharna.
Suharna mengungkapkan, ekonomi desa harus terus ditumbuhkan. Dengan menyediakan fasilitas angkringan, setidaknya warga diberdayakan ekonominya. Terlebih angkringan sesungguhnya ciri khas Klaten. Angkringan juga tempat orang berkumpul. “Saya berharap ekonomi kian diberdayakan dan kehidupan sosial masyarakat yang ditandai dengan kumpul-kumpul bareng itu tidak hilang,†harapnya.
Suharna menambahkan, dana desa memberi manfaat besar bagi desanya. Perkembangan Desa Tanjungan menjadi pesat. Apalagi jumlah dana yang diterima terus naik. Di tahun pertama atau 2015, desa mendapatkan lebih dari Rp 300 juta. Kini di tahun 2018, dana yang diterima mencapai lebih dari Rp 700 juta.
“Bila tidak ada dana desa, pembangunan desa mungkin masih menunggu beberapa tahun lagi. Penggunaan dana desa harus tepat sasaran dan transparan. Dana itu juga diaudit. Sudah ada instansi yang mengaudit. Ini yang menjadikan kami tidak main-main menggunakan dana itu,†pungkasnya. Gonang S