APK Prihatin Masih Ada Proyek Gagal Lelang di Sleman
Kamis, 04 Oktober 2018 21:09 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Proyek penataan lapangan denggung yang sedianya dilaksanakan tahun ini akhirnya gagal dilaksanakan. Kegagalan ini terjadi akibat tidak adanya penyedia jasa yang beminat untuk melakukan penawaran. Kondisi seperti ini jelas menimbulkan keprihatinan banyak kalangan, salah satunya adalah aktivis  LSM Aliansi Pengawas Konstruksi (APK), Baharudin Kamba. Menurutnya hal seperti ini mestinya tidak terjadi jika semua aspek memenuhi standar. Bahar mengatakan, sepinya peminat lelang dari para penyedia jasa terhadap suatu proyek salah satunya disebabkan lemahnya perencana dalam menentukan standar harga. Dimungkinkan HPS tidak sesuai dengan harga real pada saat proses lelang. Baca juga: Untuk itu pihaknya menekankan kepada konsultan perencanaan untuk menghitung setiap item pekerjaan dengan teliti. Apabila diperlukan lakukan pengecekan harga terutama item yang lebih spesifik seperti halnya kebutuhan material pada proyek penataan lapangan Denggung yakni tiang bendera dan bahan material lintasan (jogging track). Berbeda dengan Bahar, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Junaidi berpendapat bahwa gagalnya lelang dimungkinkan sebagai imbas penerapan Perpres baru, bisa jadi karena sistemnya belum mendukung. “Sempat dilelangkan namun tidak ada yang melakukan penawaran. Mungkin juga karena waktunya terlalu mepet, jadinya para penyedia enggan menawar,” kilah Junaidi. Menurutnya, sejak Juni 2018 pihaknya telah melimpahkan paket proyek tersebut ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Sleman, namun semenjak diterapkannya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah, lelang proyek akhirnya macet.

Mirza Alfansury, Kepala ULP Kabupaten Sleman. Foto: Dok WK

Semestinya, lanjut dia, jika berjalan normal realisasi pengerjaanya pada akhir 2018 ini, sesuai informasi yang diunggah pada penyelenggaraan sistem elektronik pengadaan barang/jasa pemerintah atau yang lebih dikenal dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sleman. Kepala ULP Kabupaten Sleman, Mirza Anfasury membenarkan bahwa paket lelang penataan lapangan Denggung sudah 2 kali tayang di LPSE, namun dalam dua kali itu juga tidak ada yang menawar, sehingga oleh PPK ditarik untuk tidak dilanjutkan tender karena waktu pelaksanaan tidak memungkinkan lagi. "Setelah 2 kali kami tayang di LPSE tidak ada satupun yang menawar, akhirnya ditarik oleh PPK untuk tidak dilanjutkan tendernya karena waktu pelaksanaan tidak cukup," jelas Mirza.   Jurnalis : Eko Purwono Editor     : Dodi Pranata
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News