YOGYAKARTA (wartakonstruksi.id) – Uji coba aspal plastik mulai diterapkan di DIY. Uji coba diterapkan pada paket proyek rehabilitasi mayor dan pelebaran Jalan Sentolo – Dekso- Klangon/ KSPN. Pada uji coba ini, aspal plastik baru diterapkan pada jalan sepanjang 5 kilometer.
PPK IV Satker Pembangunan Jalan Nasional DIY, Rikhi Afriansah memastikan aspal plastik sudah mulai dihampar pada proyek rehabilitasi mayor Jalan Sentolo - Dekso - Klangon, mulai awal pekan ini. Sejauh ini penerapan aspal plastik baru mencapai 200 meter saja.
"Sudah dihampar tapi baru 200 meter, ketebalannya sama. Memang belum kelihatan hasilnya. Tapi penerapan aspal plastik berjalan lancar. Tidak ada kendala apa-apa di lapangan," ucap Rikhi, Selasa (6/11/2018).
Baca juga:
Rikhi mengungkapkan, proses penerapan aspal plastik bisa berjalan lancar dan cepat apabila bahan baku plastik yang dibutuhkan cukup tersedia. Selama ini bahan baku memanfaatkan bahan yang ada di Yogyakarta saja. Bahan baku aspal plastik berasal dari limbah plastik kresek yang sudah bersih telah dicacah.
Untuk pemenuhan kebutuhannya, Satker PJN menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulonprogo. Sebagai bentuk kerjasama pihaknya memberikan bantuan alat pencacah plastik.
Dalam pelaksanaannya pun tetap mendapat pendampingan dari Pujatan (Pusat Jalan dan Jembatan) karena ini merupakan barang baru dan masih uji coba. Jika pada tahap uji coba ini berhasil maka pada tahun-tahun berikutnya program bisa berlanjut.
Penggunaan aspal plastik hasil pengembangan teknologi kementrian PUPR ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah yang ada. Langkah ini sebagai bagian dari upaya jalan keluar untuk mengurangi jumlah sampah di Indonesia.
Rikhi menambahkan, kebutuhan limbah plastik untuk mengaspal jalan sepanjang 5 kilometer mencapai 9 ton. Oleh karena itu pihaknya menekankan kepada kontraktor untuk lebih memperhatikan ketersedian bahan tersebut agar pekerjaan selesai tepat waktu.
Red
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |