YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Kawasan Sorosutan Umbulharjo menjadi langganan banjir saat Kali Code meluap setelah diguyur hujan. Akibatnya wilayah tersebut terkesan kumuh. Guna mengatasi persoalan itu, Pemerintah Pusat mengelontorkan dana untuk penataan kawasan tersebut.
Dana yang digelontorkan melalui Direktorat Pengembangan Permukiman Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) DIY mencapai Rp 6,3 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun saluran drainase dan fasilitas umum lainnya dikawasan Sorosutan.
Fery Yuliatna ST M.Eng, selaku PPK PKP ketika ditemuiÂ
wartakonstruksi.com di ruang kerjanya, Jumat (13/7/2018) membenarkan bahwa kawasan Code Sorosutan menjadi prioritas program peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan. Pasalnya jika terjadi banjir akibat meluapnya kali code, genangan air tidak cepat surut sehingga terkesan kumuh.
Baca juga:
Prioritas pembangunan di wilayah Sorosutan, menurut Fery, lebih mengutamakan pada pembangunan saluran drainase, jalan lingkungan, dan instalasi pemadam kebakaran (hydrant). "Pembangunan bertujuan untuk mengentaskan kawasan agar bebas kumuh dengan pembangunan infrastruktur dasar permukiman seperti jalan lingkungan, saluran drainase, dan instalasi pemadam kebakaran (hydrant)," Jelas Fery.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam rangka mengatasi permasalahan permukiman kumuh, pemerintah pusat bersama dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan permukiman perlu mengambil langkah konkret. Tujuannya untuk mengentaskan kawasan agar bebas dari kekumuhan dengan mewujudkan program “100-0-100â€, yaitu 100 persen akses air minum, 0 persen luas kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi.

Salah satu hasil garapan pada pekerjaan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Dody S
Pembangunan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan di kawasan Code Kelurahan Sorosutan, tambah Fery, sudah dimulai sejak awal April 2018 dengan titik lokasi tersebar di 7 RW. Sejauh ini realisasi pekerjaan sampai sudah mencapai 70 persen dari target rencana 30,79 persen.
Capaian ini, lanjut dia, sangat menggembirakan karena mengalami deviasi positif sekitar 40 persen. Untuk pembangunan ini pemerintah pugelontorkan dana sebesar Rp 6,3 Miliar. "Dengan kondisi seperti ini kami perkirakan pembangunan akan selesai sekitar bulan September, dua bulan lebih awal dari kontrak yakni 22 November 2018," paparnya.
Fery menambahkan, tujuan terpenting dari kegiatan ini adalah supaya kualitas hidup masyarakat semakin meningkat dan mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta dapat mewujudkan kawasan permukiman yang lebih tertata, layak huni, dan berkelanjutan.
(Redaksi WK)
Rincian Kegiatan
Nama Kegiatan : Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan
Angaran        : Rp 6,3 miliar
Pekerjaan      : Pembangunan drainase, jalan lingkungan, fasilitas umum lainnya
Perjaan dimulai : Awal April dan diperkirakan selesai September 2018
Lokasi         : Tersebar di 7 RW di Sorosutan
Tujuan                 : Pengentasan Kawasan Kumuh Perkotaan
| Penulis |
: |
| Editor |
: editorwk |