Bakal Ada Underpass, Pipa SPAM Mandek di Gerbang Timur Bandara
Kamis, 14 Februari 2019 06:00 WIB
YOYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Sebagian bagian dari percepatan pembangunan bandara NYIA di Kulonprogo, Satker Pengembangan Sistem Penyedia Air Minum (PSPAM) DIY telah menyelesaikan pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 9 kilometer. Namun pemasangan mentok di gerbang bandara sisi timur. Pemasangan pipa untuk suplai air ke areal bandara disetop di gerbang sisi timur lantaran bakal ada pembangunan underpass, sedangkan Satker PSPAM belum mendapat desain underpass yang akan dibangun. “Kami tidak berani masuk karena di situ akan dibangun underpass. Kemarin kami belum dapat desain underpass seperti apa. Jadi kami setop di situ nanti dilanjutkan oleh PDAM Kulonprogo,” ucap Kepala Satker PSPAM DIY, Arief Wahyu ST kepada Warta Konstruksi. Baca juga: Kendati begitu, Arief memastikan sambungan pipa ke areal bandara sudah dites dan air dipastikan sudah mengalir dari pipa dengan diameter 200 mili. Debit air dari pipa ukuran itu berkisar 20-30 liter per detik. “Pipa sudah di ujung, sekitar 200-300 meter dari gerbang bandara,” terangnya. Dia menjelaskan, untuk pemenuhan kebutuhan air bandara saat ini menggunakan system eksisting sambil menunggu pemanfaatan Bendung Kamijoro. Pembangunan intake Kamijoro diupayakan bisa direalisasi pada 2020 dan dilakukan oleh Pemda DIY. “Sementara pakai system eksisting yang sudah ada. Karena bandara juga belum beroperasi ful, jadi sistem yang ada itu sudah cukup memenuhi kebutuhan air bandara sambil menunggu intake Kamijoro siap,” terang Arief. Dia menambahkan, Angkasa Pura (AP) sudah berkirim surat ke PDAM Kulonprogo terkait pemenuhan air bandara. AP sudah menginformasikan letak reservoir dan jalur pipanya. “Yang utama memang memanfatkan bendung Kamijoro, tapi sampai itu siap sementara menggunakan system eksisting, menggunakan reservoir eksisting. Kalau Kamijoro jadi, ada reservoir baru lagi,” pungkasnya. (Redaksi WK)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News