Barak Pengungsi Donokerto Runtuh, Pemkab Lakukan Audit Bangunan
Senin, 25 Februari 2019 15:51 WIB

Sri Purnomo

SLEMAN (wartakonstruksi.id)  - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan audit bangunan pada barak pengungsi Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman setelah bangunan yang juga difungsikan sebagai gedung olahraga itu jebol, Jumat (22/2/2019) siang setelah dihantam angin kencang. Audit dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman. Demikian disampaikan Bupati Sleman Sri Purnomo di sela menghadiri penandatanganan pakta integritas di PN Sleman, Senin (25/2/2019). Sri Purnomo pun menegaskan bahwa dia sudah meninjau langsung kondisi barak yang dibangun secara bertahap dengan dana total Rp 1,2 miliar. “Ya saya kemarin baru saja menengok ke sana, ini dari DPUPKP Kabupaten Sleman akan mengaudit bangunan itu bagaimana?, karena itu kena angin yang besar berarti kena bencana alam,” terang Sri Purnomo kepada Warta Konstruksi, Senin pagi. Baca juga: Menurut Bupati, pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk menyikapi insiden robohnya bangunan milik desa itu lantaran masih menunggu hasil audit atau rekomendasi teknis. ”Nanti untuk tindakan selanjutnya menungu laporan secara teknis dari mereka yang tahu kaitannya dengan bangunan gedung. Sehingga ada langkah selanjutnya yang dapat ditempuh, apa harus dibersihkan?, dirobohkan? Atau diperbaiki itu menunggu rekomendasi teknis dari DPU,” bebernya. Dikonfirmasi perihal  fungsi bangunan, Sri Purnomo  menjelaskan bahwa sarana prasarana tersebut merupakan barak pengungsian. ”Namanya barak pengungsian itu, kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, ketika memang tidak dipergunakan untuk aktivitas pengungsian, prinsipnya gedung-gedung berupa barak pengungsian justru ketika tidak dimanfaatkan jangan divakum-kan, kalau itu dimanfaatkan untuk olah raga, itu bagus,” kata dia. Dirinya menghimbau sementara waktu untuk tidak memanfaatkan gedung yang dibangun secara swakelola desa. "Itu sementara jangan digunakan dahulu, karena itu kena angin yang besar berarti kena bencana alam,” katanya. Di lain tempat, Kepala DPUPKP Sleman, Sapto Winarno mengatakan, pihaknya tengah melakukan perencanaan penganannya. ”Assesment tim Bidang Cipta Karya ke lokasi untuk melakukan pendataan kondisi yang ada dan merencanakan tindaklanjutnya,” tandasnya. Eko Purwono
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News