BENDUNG SAMBEREMBE : Penanganan Darurat Dianggap Cukup, Sisanya Diusulkan Lewat APBN
SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Perbaikan Bendung Samberembe yang amblong selesai setelah digarap selama sepekan. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman memastikan kondisi bendung aman setelah perbaikan tersebut.
Parindi, Direktur CV Bunga Padi yang diminta bantuan untuk melakukan perbaikan memastikan pekerjaan selesai hari ini, Sabtu (16/2/2019). Saat ini pekerjaan hanya menyisakan perapian dan plesteran lantai. “Hari ini selesai,†ucap Parindi.
Dia mengungkapkan, proses perbaikan bendung yang mengerahkan dua alat berat tersebut berjalan lancar sesuai dengan rencana, pemasangan batu kali di bagian bendung yang amblong sudah selesai, kini hanya tinggal pekerjaan finishing. Belakangan diketahui usia bendung sudah usia uzur dibangun pada tahun 1979/1980.
Baca juga:
Kepala Dinas PUPKP Sleman, Ir Sapto Winarno MT yang dihubungi terpisah mengungkapkan, untuk sementara penanganan darurat pada bendung Samberembe yang amblong pada Jumat pekan lalu, sudah cukup. Ia menyebut kondisi bendung cukup aman setelah adanya perbaikan.
Selanjutnya, ungkap Sapto, pihaknya telah mengusulkan untuk penanganan lebih serius ke pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), mengingat umur bendung yang tidak muda lagi, yakni 40 tahun. “Soal desainnya seperti apa kita serahkan ke Balai Besar,†ucapnya.
Kepala satuan kerja (satker) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSSO Ir Suyanto M.Eng mengamini pernyataan Sapto. Ia memastikan pihaknya akan berupaya mengusulkannya lewat APBN. Perbaikan lanjutan, ungkap Suyanto, diperlukan mengingat usia bendung yang sudah 40 tahun.
Kerusakan yang timbul, lanjut dia, bisa saja disebabkan oleh faktor usia bendung yang sudah terlalu lama sehingga muncul piping karena adanya lapisan poros dibawah dasar bendung. Untuk mengamankan eksistensi bendung tersebut pihaknya akan segera mengusulkan perbaikan lanjutan melalui dana pusat pada tahun mendatang.
"Ya adanya piping karena adanya lapisan poros dibawah dasar bendung. Untuk penanganan lebih lanjut kami sudah berkoordinasi dengan kabupaten dan akan coba usulkan melalui APBN di 2020," jelas Yanto.
(Redaksi WK)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |