BERBAHAYA: Jalan Kebon Agung KM 4,5 Berlubang, Rontek dan Pohon Pisang jadi Pengaman
Minggu, 24 Februari 2019 08:03 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Keselamatan di jalan perlu menjadi atensi semua pihak mengingat masih tingginya angka kecelakaan. Tidak saja karena faktor pengendara, kondisi jalan turut memberi andil timbulnya kecelakaan. Seperti di ruas Jalan Kebun Agung Km 4,5 Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman. Di ruas jalan ini terdapat lubang menganga , meski ukuranya kecil namun keberadaannya cukup membahayakan jika tetap dibiarkan sebab arus lalu lintasnya ramai. Mengantisipasi dampak yang timbul, warga berinisiatif meletakkan  rambu untuk pengaman berupa rontek salah satu calon legislatif dan sebatang pohon pisang. Pantauan di lokasi, ukuran lubang cukup besar sekitar 50 cm dengan kedalaman 40 cm. Baca juga: “Kalau bolongan itu sudah ada sekitar dua hari  lalu, sepertinya makin lebar ukurannya,” kata Nur salah satu penjual buah Durian yang mangkal tak jauh dari posisi  lubang, Sabtu (23/2/2019). Nur mengaku tidak mengetahui perihal penyebab timbulnya lubang pada bagian jalan tersebut. Sepengetahuan dia, belum pernah terjadi kecelakaan akibat keberadaan lubang. Tapi jika terus dibiarkan akan sangat membahayakan. Pengendara yang melintas terlihat mencoba menghindari lubang, bahkan tindakan itu sering dilakukan mendadak. “Makanya ada yang memasang tanda rambu tersebut, mungkin yang buka bengkel sebelah jalan itu yang memasangnya,” katanya.

Pohon pisang dan rontek caleg jadi rambu pengaman jalan berlubang di Jalan Kebon Agung Km 4,5. Foto: Eko Purwono

Darmadi, salah satu pengguna jalan yang tengah melintas mengaku baru mengetahui keberadaan lubang di lokasi tersebut. ”Mengenai lubang saya baru tahu, kebetulan tadi saya lewat dari Cebongan menuju ke arah Tempel,” katanya. Dia kawatir andaikata terjadi insiden akibat kerusakan jalan di tempat itu.”Sebaiknya segera diperbaiki agar tidak semakin parah  dan melebar kerusakannya sehingga dapat mengantisipasi kecelakaan,” pinta Darmadi. (Eko Purwono)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News