YOGYAKARTA (wartakonstruksi.id) – Deretan proyek strategis yang tengah digarap di DIY membuat banyak pihak tertarik. Salah satunya Pemerintah Hongaria yang tertarik berinvestasi pada bidang infrastruktur, salah satunya dalam pengelolaan air bersih.
Demikian diungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan DIY, Arief Hidayat, usai mendampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menerima kunjungan Duta Besar Hongaria, Judith Pach, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa sore.
Menurut Arif, Hongaria telah berinvestasi melalui perusahaan pengolahan air minum di Jakarta. Kini mereka ingin berpartisipasi pada proyek infrastruktur di Yogyakarta. Peluang investasi infrastruktur terbuka lebar, terutama infrastruktur penopang bandara, termasuk di kawasan aerotropolis.
Baca juga:
“
Insert water treatment Hongaria punya kantor di Jakarta ingin berartsisipasi di proyek infrastruktur di Yogyakarta . Bukan bandaranya tapi penopang bandara. Energi. Bandara juga diperlukan pembangunan aerotropolia daerah sekitar bandara,†terang Arif.
Arief Hidayat menambahkan pihaknya juga telah menawarkan kepada Pemerintah Hongaria untuk terlibat pada pembangunan infrastruktur SPAM Kamijoro yang pengelolaannya akan dilakukan dengan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“KPBU SPAM Kamijoro terbuka untuk PMA apakah seratus persen energi, enggak harus mitra, terbuka buat Hongaria ikut dalam itu. Pemda DIY membuka investasi†- Arif Hidayat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan DIY.
Dia menambahkan, Pemda DIY telah melakukan studi awal pengadaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kamijoro. Berdasar hasil studi awal, dibutuhkan dana Rp 450 Miliar untuk membangun SPAM Kamijoro.
Kepala Dinas PUP ESDM DIY, Hananto Hadi Purnomo mengatakan, hasil studi awal telah disosialisasikan ke para pihak. Selanjutnya, pihaknya menunggu studi kelayakan dari Kementerian Keuangan yang kemudian menjadi bekal melakukan
market sounding kepada badan usaha yang berpeluang mengikuti KPBU.
Hananto menyebut lelang pengadaan proyek SPAM Kamijoro baru dapat dilaksanakan pada 2020 kemudian dibangun pada 2021. “Persiapan butuh waktu lama karena Pemda juga harus menyiapkan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) yang nantinya akan menjadi pengelola untuk kemudian menjalin kerjasama dengan badan usaha.
Red
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |