CCTV Trans Jogja: Diimpor dari China, Adendum Kontrak 40 Hari
Kamis, 26 Juli 2018 11:57 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Informasi terkait keterlambatan pemasangan CCTV pada 128 unit bus Trans Jogja memang benar adanya. Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memastikan dilakukan adendum untuk menuntaskan pemasangan proyek bernilai Rp 2,7 miliar lebih tersebut. Di sisi lain, Kepala Dishub DIY Sigit Sapto Raharjo mengaku belum mengatahui adanya keterlambatan pemasangan CCTV Trans Jogja. Ia mengaku belum mendapat laporan terkait realisasi pemasangan CCTV tersebut. “Saya tidak tahu kalau ada keterlambatan. Saya belum mendapatkan laporan soal itu. Untuk Trans Jogja sudah ada KPA sendiri,” ucap Sigit kepada wartakonstruksi.com di ruang kerjanya, Rabu (25/7/2018).

Kadishub DIY, Sigit Sapto Raharjo, mengaku belum mendapat laporan progres proyek pemasangan 128 CCTV Trans Jogja. Foto: Dody S

Sementara Kasi Sarpras UPT Trans Jogja, Rizki Budi Utomo membenarkan adanya keterlambatan pemasangan CCTV dari jadwal semula. Karena itu dilakukan adendum untuk pemasangan CCTV yang diimpor dari Shenzen, China tersebut. “Sesuai Perpres ada alasan yang bisa diterima untuk dilakukan adendum. Saat itu, alasannya karena tertahan di Bea Cukai karena ada kesalahan perhitungan. Tapi semua datanya lengkap. Kami sudah laporkan semuanya juga,” katanya. Baca juga: Proyek pengadaan CCTV Trans Jogja yang dilelang menggunakan mekanisme lelang cepat bernomor 6183013 dengan tanggal pembuatan pada 19 Februari 2018 tersebut. Belakangan diketahui kontrak pengadaannya dibuat tanggal 16 Maret 2018 dengan nomor 551/316. Pada proses lelang, hanya ada dua perusahaan yang masuk kualifikasi namun hanya satu saja yang melakukan penawaran dan dipilih sebagai pemenang yakni PT Grand Citra Paramita untuk kontrak senilai Rp. 2.763.429.000. Nilai kontrak yang ditawarkan pemenang lelang nyaris sama dengan nilai HPS hanya terpaut Rp 63.800 saja yakni Rp. 2.763.366.100. Dalam pelaksanaannya, pemasangan 128 CCTV bus Trans Jogja tidak bisa selesai sesuai jadwal yakni 90 hari sehingga dibuat adendum. Berdasar data yang diterima wartakonstruksi.com, adendum kontrak pengadaan CCTV Trans Jogja bernomor 551/00185 tanggal 8 Juni 2018.

CCTV yang dipasang di 128 unit bus Trans Jogja diimpor langsung dari Shenzen, China. Nilai proyek mencapai Rp 2,7 miliar lebih. Foto: Dody S

Batas waktu adendum selama 40 hari dan berakhir pada tanggal 23 Juli 2018. Pekerjaan pemasangan CCTV disebut selesai pada tanggal 19 Juli 2018 dan sudah dilakukan provisional hand over (PHO) pada tanggal yang sama. “Garansi atau pemeliharaan kalau tidak salah 180 hari,” tambahnya. Wartakonstruksi berkesempatan melihat langsung operasional CCTV melalui layar monitor yang terpasang di Dishub DIY. Hasilnya, dari penampilan kasat mata kualitas gambar yang dihasilkan terlihat tidak terlalu terang. Gerakan di dalam kabin terlihat sedikit blur. Namun salah satu operator yang tengah stand by menimpali bahwa gambar akan terlihat jelas saat diunduh. “Kalau diunduh gambarnya jelas,” ucapnya. (Redaksi WK) Data Kegiatan Kegiatan : Pengadaan 128 CCTV Trans Jogja Lelang : Cepat ( tanggal 19 Februari 2018) Nomor kontrak : 551/316, Tanggal : 16 Maret 2018 Nilai Kontrak : Rp 2.763.366.100 Pelaksana : PT Grand Citra Paramita Waktu Pelaksanaan : 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender Adendum Nomor : 551/00185 (8 Juni 2018) 40 (Empat Puluh) Hari Kalender PHO : 19 Juli 2018 Masa Pemeliharaan : 180 Hari Kalender  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News