EMBUNG JANTURAN: Tak Diurus, Embung Penuh Endapan dan Rumput Liar
Sabtu, 19 Januari 2019 05:42 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kondisi  embung Janturan yang terletak di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman nampak tidak terawat. Pantauan jurnalis wartakonstruksi.com, pada bagian utara embung terdapat pendangkalan berupa endapan dengan jumlah cukup banyak. Baca juga: Bukan hanya itu, pada bagian endapan dipenuhi rerumputan yang dikawatirkan jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi  akan terjadi luapan air. Sementara itu beberapa kios dan warung-warung yang ada di sekitar lokasi terlihat tanpa aktivitas. Tidak ada satu pun pedagang yang berjualan di tempat itu. Hanya terlihat sekitar 5 orang yang sedang melakukan aktivitas memancing. Warga menyayangkan bangunan  tidak dimanfaatkan secara optimal.

Papan peringatan yang dipasang BBWSSO di lokasi embung yang kini kondisinya memprihatinkan karena tidak dirawat. Foto: Eko Purwono

Pada bagian selatan terdapat plang papan nama berlogo PU bertuliskan “PERINGATAN DILARANG MANDI & BERENANG DI EMBUNG KEDALAMAN AIR /- 3 M, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak”.

Rumput liar banyak tumbuh di atas endapan pada bagian dalam embung dan sekitar embung Janturan. Tidak ada upaya pembersihan baik rumput maupun endapan. Foto: Eko Purwono

Menurut keterangan salah satu warga bernama Kempes yang kebetulan sedang berada di lokasi, pemandangan ini telah berlangsung selama 4 tahun terakhir dan belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. “Sudah sekitar 4 tahun ada endapan di embung tersebut, itu malah ditumbuhi rumput-rumput. Sepengetahuan kami belum pernah ada pembersihan lagi yang dilakukan oleh pemerintah, kami khawatir andaikata terjadi terjadi hujan lebat, air akan meluap karena kedalamanya tidak maksimal,” jelasnya Kempes, Jumat (18/1/2019).

Warung yang ada di sekitar lokasi dibiarkan terlantar. Hanya ada beberapa warga yang tengah memancing di lokasi embung. Foto: Eko Purwono

Senada diungkap Dwi Kasuran, dia menyesalkan kondisi kios dan warung  yang kini terlantar tidak dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Dwi berharap bangunan yang dibangun dan dibiayai dari duit rakyat tersebut agar dikelola kembali. ”Harapanya obyek wisata ini dihidupkan kembali dan dikelola dengan baik, termasuk lapak-lapak yang dulu dipakai berjualan. Itu kan banyak nganggur gak dipake,” katanya (Eko Purwono/Sodik)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News