
Papan peringatan yang dipasang BBWSSO di lokasi embung yang kini kondisinya memprihatinkan karena tidak dirawat. Foto: Eko Purwono
Pada bagian selatan terdapat plang papan nama berlogo PU bertuliskan “PERINGATAN DILARANG MANDI & BERENANG DI EMBUNG KEDALAMAN AIR /- 3 M, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opakâ€.
Rumput liar banyak tumbuh di atas endapan pada bagian dalam embung dan sekitar embung Janturan. Tidak ada upaya pembersihan baik rumput maupun endapan. Foto: Eko Purwono
Menurut keterangan salah satu warga bernama Kempes yang kebetulan sedang berada di lokasi, pemandangan ini telah berlangsung selama 4 tahun terakhir dan belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. “Sudah sekitar 4 tahun ada endapan di embung tersebut, itu malah ditumbuhi rumput-rumput. Sepengetahuan kami belum pernah ada pembersihan lagi yang dilakukan oleh pemerintah, kami khawatir andaikata terjadi terjadi hujan lebat, air akan meluap karena kedalamanya tidak maksimal,†jelasnya Kempes, Jumat (18/1/2019).
Warung yang ada di sekitar lokasi dibiarkan terlantar. Hanya ada beberapa warga yang tengah memancing di lokasi embung. Foto: Eko Purwono
Senada diungkap Dwi Kasuran, dia menyesalkan kondisi kios dan warung  yang kini terlantar tidak dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Dwi berharap bangunan yang dibangun dan dibiayai dari duit rakyat tersebut agar dikelola kembali. â€Harapanya obyek wisata ini dihidupkan kembali dan dikelola dengan baik, termasuk lapak-lapak yang dulu dipakai berjualan. Itu kan banyak nganggur gak dipake,†katanya (Eko Purwono/Sodik)| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |