BANTUL (wartakonstruksi.id) – Balai PISAMP DIY menaikkan posisi puluhan tutup mainhole yang ada di sepanjang jalan Bugisan Selatan, Kasihan, Bantul. Posisi mainhole dinaikkan agar levelnya rata dengan permukaan aspal yang baru selesai di overlay pada akhir tahun lalu.
Kasi Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Air Limbah Balai PISAMP DIY, Ign Sudarno ST MT M.Si mengatakan, kegiatan penyesuaian posisi mainhole merupakan bagian dari pemeliharaan. Secara keseluruhan terdapat tak kurang dari 48 titik tutup mainhole yang dinaikan di sepanjang jalan Bugisan Selatan.
Namun demikian, bisa saja jumlah mainhole yang dinaikkan berkurang bila melihat posisi jalan yang dioverlay tidak tembus sampai ke arteri. Bila demikian maka jatah untuk menaikkan mainhole di kawasan itu bisa digunakan untuk menaikkan mainhole di lokasi yang lain.

“Jumlahnya sekitar 48 tutup mainhole yang disiapkan, tapi nanti kita lihat lagi disesuaikan dengan jalan yang sudah dilakukan overlay. Sekarang baru sekitar 25 titik mainhole yang sudah digarap. Itu jadi bagian dari pemeliharaan. Kami punya anggaran pemeliharaan Rp 160 juta setahun,†terang Sudarno di ruang kerjanya, Selasa (2/4/2019).
Menurut Sudarno, selain penyesuaian posisi mainhole di sepanjang jalan Bugisan Selatan, pihaknya mendapat tambahan pekerjaan yang sama di titik titik di sepanjang ruas Padokan-Mrisi, Kasihan. Ruas jalan tersebut juga bakal dilakukan overlay pada tahun ini.
Sudarno menyebut, awalnya dia sempat berharap agar penyesuaian posisi mainhole baik di Bugisan Selatan maupun Padokan-Mrisi bisa dilakukan satu paket dengan pekerjaan overlay. Namun ternyata hal itu tidak dimungkinkan. Sehingga pihaknya melisting titik tambahan untuk digarap tahun ini.
“Kalau dikerjakan sebelum overlay, ternyata tidak bisa. Jadi nanti untuk penyesuaian mainhole, meninggikannya dilakukan setelah overlay selesai,†jelasnya.
Terkait pekerjaan di lapangan, Sudarno mengatakan mengerahkan tenaga khusus. Terutama untuk mengidentifikasi titik mainhole. Bila mengaryakan pekerja yang tidak terbiasa di bidang itu, kerap terjadi kesalahan dalam pemilihan titik. “Kalau yang ini dia cukup mengidentifikasi dengan sesuai pengalamannya, dengan ‘ilmu titen’ karena pelaksana proyek tidak memberi tanda titik mainhole,†sambungnya.
Dia menambahkan, di luar pekerjaan yang dilakukan di Bugisan dan yang akan dikerjakan di Padokan-Mrisi, menurut rencana di ruas tersebut ada sebnyak 17 titik mainhole yang akan disesuaikan. Menurutnya masih ada 57 titik mainhole yang belum tergarap karena keterbatasan anggaran. Titik yang belum tergarap baru dijadwalkan untuk digarap tahun depan. Red
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |