YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Kota Yogyakarta bakal memiliki embung di kawasan Giwangan. Embung Giwangan itu akan menjadi bagian dari Taman Pintar 2 dan diharapkan pembangunannya bisa terealisasi pada tahun 2019.
"Kami  hanya bagian teknis saja. Sampai saat ini kami belum dapatkan informasi produknya itu seperti apa. Ini sedang proses agar visi membuat embungnya dilaksanakan," ucap Aki Lukman ST MT, Kepala Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta kepada
wartakonstruksi.com di kantornya, Rabu (10/10/2018).
Aki mengungkapkan, embung Giwangan yang akan dibangun rencananya memiliki luas satu hectare dan masuk dalam Kawasan Taman Pintar 2 yang memiliki luas total 3 hektare. Area tersebut juga akan dilengkapiÂ
science park yang konsepnya sejalan dengan tujuan pembangunan embung sebagai sarana konservasi air.
Baca juga:
Usulan pembuatan embung dilakukan sejak 2017. Usulan diterima oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) pada tahun ini. Detail Engineering Design (DED) embung Giwangan ada di BBWSSO.
“Catatan kami pemerintah pusat dan BBWSSO belum satu suara terkait pembangunan embung, sehingga belum ada kesepakatan terkait DED,†terangnya.
Lebih jauh Aki menjelaskan, sudah ada kajian dan proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang dilakukan oleh pengelola Taman Pintar sebagai user. Kemudian pekerjaan fisik pembangunan rencananya dimulai pada 2019 mendatang.
"Yang membangun BBWSSO. Di sana juga dekat Sungai Tekik, itu juga kewenangan dari BBWSSO, jadinya satu kewenangan. Konsep kami yakni harus ada konservasi air yang bertujuan untuk menyimpan air agar tidak terjadi krisis air," tegas Aki.
Aki menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum tahu apakah embung akan dibangun dengan dana yang bersumber dari APBN atau APBD. Pihaknya juga belum tahu apakah pembangunan dilakukan bertahap atau satu tahap.
“Kota Yogyakarta hanya punya satu embung yakni embung Langensari. Harapannya bisa diperbanyak. Semakin banyak embung, semakin bagus. Khususnya di perkotaan ini, kalau di perdesaan kan masih banyak lahan untuk tanaman, kalau di perkotaan yang banyak kan gedung," pungkasnya.
Kepala BBWSSO Tri Bayu Aji mengatakan, seharusnya pembangunan embung Giwangan telah siap untuk dilelang. "Harusnya sudah siap untuk lelang. Saya cek dulu ke teman-teman," ujarnya singkat.
Jurnalis : Arif K Fadholy
Editor   : Sodik
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |