YOGYAKARTA (wartakonstruksi.id) – Pengendara baik roda 2 maupun roda 4 yang melintas di simpang empat Ngaben agar lebih berhati-hati. Ruas jalan di bagian tengah simpang tersebut amblong dengan diameter yang lumayan besar dan cukup dalam.
Dari pantauan di lapangan, jalan amblong telah dilokalisir. Di sekitarnya diberi rambu pengaman alakadarnya. Ada water barrier, rambu untuk menutup akses jalan, besi hingga kursi kayu digunakan sebagai pengaman. Lubang menganga dengan diameter sekitar 1,5 meter dan kedalaman sekitar 0,5 meter.
[message title="Baca Juga :" title_color="#ffffff" title_bg="#515151" title_icon="fa-book-open" content_color="#0c0c0c" content_bg="#dddddd" id=""]
[/message]
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti ST MT ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pasca kejadian pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk melihat langsung kondisinya. “Sudah kami cek penyebabnya saluran air limbah. Penganannya ada di Balai PISAMP,†ucap Umi melalui pesan WhatsApp, Jumat siang.
Kasi Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Air Limbah Balai PISAMP DIY, Ign Sudarno ST MT M.Si mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan UPTD Kota Yogyakarta. Jika tidak hujan, Jumat malam, sudah mulai ditindaklanjuti dengan melakukan perbaikan.

“Memang terjadi piping/aliran di bawah saluran sehingga tanah terbawa air. Lama kelamaan terjadi rongga sehingga ‘njeblos’,†ucap Sudarno ketika dikonfirmasi terpisah.
Menurut Sudarno, penanganan jalan amblong di Ngabean dilakukan instansi yang lebih siap, dalam hal ini UPTD Kota Yogyakarta lebih siap sehingga perbaikan dilakukan oleh instansi itu bersama-sama dengan PISAMP. Untuk perbaikan sementara butuh waktu 1-2 hari, sedangkan untuk bisa kembali dilalui butuh waktu hingga 1 minggu.
“Perbaikan sementara 1-2 hari. Kalau sampai bisa dilalui lagi, butuh setidaknya 1 minggu. UPT Kota yang menangani, yang lebih siap,†tegasnya.
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |