Salah satu sudut telagadesa Baturetno di hari saat PHO dilakukan, Selasa (11/12/2018). Foto: Arif K Fadholy
Warta Konstruksi memantau lansung kondisi pekerjaan di akhir masa kontrak pasca addendum. Dari pantauan media ini, di selatan telagadesa, terlihat taman yang belum rapi penataannya dan sebagian rumput yang belum terpasang.
Khusus untuk telaga dan dua gazebo terlihat sudah jadi. Akan tetapi, untuk pengerjaan lainnya seperti area taman di bagikan selatan dan ruang terbuka hijau di bagian utara telaga terlihat belum selesai. Kondisi ini tentu disesalkan karena jatah pekerjaan sudah dipaksakan ditambah 20 hari dari waktu normal.
Baca juga:
- Waktu Habis, Proyek Telagadesa Baturetno Masih Belum Tuntas
- Kunjungan Sepi, Obwis Banyu Kencono Butuh Daya Tarik Lain
- Salut, Pelaku Konstruksi Antusias Ikuti Seminar Bedah Pasal 77 Perpres 16/2018
Sudut lain telagadesa Baturetno di akhir masa kontrak. Foto diambil Selasa (11/12/2018). Foto: Arif K Fadholy
Pembangunan telagadesa Baturetno merupakan pekerjaan milik Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY dan digarap CV Maha Karya. Dana yang dihabiskan untuk proyek ini sebesar Rp 1,6 miliar. Masa pelaksanaan seharusnya hanya 120 hari sejak dimulai kontrak 25 Juli 2018 dan berakhir pada 21 November 2018 lalu.
Tapi jelang akhir, berembus kabar dilakukan addendum untuk pekerjaan itu. Alasannya, ada pekerjaan tambahan. Alasan ini yang membuat Warta Konstruksi bertanya-tanya karena di sisi lain, pekerjaan utama satu-satunya proyek telaga yang terealisasi di 2018 ini, belum selesai. (Arif K Fadholy/Sodik)