Jembatan Gemawang Bebas Dilalui Kendaraan Besar, Warga Khawatir Ambrol
Sabtu, 06 Oktober 2018 17:39 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Warga Padukuhan Gemawang Kecamatan Mlati mengkhawatirkan kondisi jembatan Gemawang. Kondisi jembatan yang menjadi penghubung antar desa dan kecamatan bahkan antar kampus, membutuhan pelebaran segera. Pelebaran dibutuhkan karena arus lalu lintas di sekitar jembatan cukup padat. Apalagi, portal yang awalnya berdiri di sisi barat dan timur kini sudah lenyap. Akibatnya, kendaraan ukuran besar bebas lalu lalang di jembatan kecil tersebut. “Pagi hari, saat aktivitas masyarakat dimulai jam 07.30 WIB dan sore hari jam 16.00 WIB terjadi antrean kendaraan cukup panjang sebelum masuk jembatan. Pengendara mencari alternatif karena menghindari macetnya simpang barat jembatan Sardjito UGM,” ucap Deni Setiawan, salah satu warga RT 04 Padukuhan Gemawang yang rumahnya sangat dekat dengan jembatan. Baca juga: Menurut Deni, setelah portal dicopot kini kendaraan besar seperti mobil box, truk pengangkut pasir bahkan bis bisa leluasa melalui jembatan tersebut. “Tinggal nunggu jembatan ambrol saja,” ucapnya kesal. Deni menjelaskan, sekitar 2 tahun yang lalu pernah ada wacana mengenai rencana pembangunan jembatan. Namun wacana itu menguap begitu saja tanpa ada informasi lebih lanjut. Kini ia berharap agar portal yang sempat ada bisa kembali dipasang sebelum jembatan yang baru dibangun pemerintah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman, Sapto Winarno membenarkan bahwa kewenangan jembatan ada pada instansi yang dipimpinnya. “Betul itu bagian dari jalan Pandega, termasuk jalan milik kabupaten,” ucapnya. Menurut Sapto, pihaknya telah merencanakan pembangunan jembatan baru. Saat ini detail engineering design (DED) telah selesai dibuat. Hanya saja, pembangunan jembatan masih menunggu pembebasan lahan yang belum tahu kapan akan dilakukan. “Pembebasan lahan sudah diajukan di BKAD, sesuai DED jembatan akan dibangun dengan lebar 6 meter dan panjang 12 meter. Tapi untuk pembangunannya masih menunggu pembebasan lahan dulu,” terangnya.   Jurnalis : Eko Purwono Editor     : Dodi Pranata  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News