KETERLALUAN : Guiding Block Pedestrian Kotabaru jadi Sasaran Pencurian
Selasa, 01 Januari 2019 05:55 WIB

Guiding block 3

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Pedestrian Kotabaru belum lama diresmikan. Namun salah sau fasilitas di kawasan ini, yakni guiding block, banyak yang hilang. Padahal, guiding block sangat vital fungsinya bagi penyandang disabilitas netra. Tapi apa daya, alih-alih ikut merawat agar tetap berfungsi baik, ada saja oknum yang coba ambil untung demi rupiah. Sungguh sangat keterlaluan.

Dari pantauan Warta Konstruksi, guiding block sudah mulai banyak hilang sejak sebelum kawasan itu diresmikan. Namun guiding block yang hilang buru-buru diganti dengan yang baru. 

Pada tanggal 26 Desember 2018 lalu, pencurian guiding block kembali terulang. Kali ini di depan toko buku Gramedia. Di lokasi itu ditemukan 24 guiding block yang disimpan di tas warna biru. Hingga saat ini barang bukti tersebut masih disimpan oleh security Gramedia.

"Kejadiannya jam 12-an pagi tanggal 26 Desember. Yang mencongkel diduga pemulung, jenis kelaminnya laki-laki. Pas security memergoki, pelakunya lari dan meninggalkan barang bukti," ucap Jarot, Securiy Gramedia saat ditemui jurnalis media ini, kemarin.

Hingga saat ini, Jarot masih menyimpan guiding block tersebut. Dan sampai tulisan ini dinaikkan, barang tersebut masih di Gramedia. Masih menurut Jarot, setelah kejadian pihak Pemkot Yogyakarta mendatangi lokasi namun tidak mau membawa barang bukti tersebut.

Dia menjelaskan, salah satu titik yang paling banyak dicongkel adalah sekitar depan Gramedia di Jalan Sudirman. Media ini kemudian meninjau pedestrian yang baru diresmikan hampir dua minggu tersebut. Di sana terlihat tiga orang berjaga, mereka dari Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

"Di sini banyak tanda (guiding block) yang hilang. Kalau yang mencuri itu kejadiannya sekitar seminggu, pagi-pagi sekali," ujar Rohman salah satu penjaga.

Dia menerangkan, pihaknya berjaga dari jam 08.00 – 24.00 WIB. Setelah itu tidak ada yang bertugas melakukan penjagaan. Senada dengan Jarot, Rohman menyebut guiding block dicongkel pemulung kemudian dijual. Pemulung mencari celah dengan mencongkelnya lewat jam 12 malam. Di depan rumah dinas Wakil Walikota Yogyakarta terlihat ada satu guiding block yang copot.

Sebelumnya di depan Silol juga ada guiding block yang hilang, kemudian di dekat kantor Miracle, dan di pojok Gedung Bulog Divre DIY serta samping toko buku Togamas. Rohman sendiri mengaku heran kenapa masyarakat baru ramai membahas hilangnya guiding block Kotabaru di media sosial pada saat ini. Padahal, seluruh guiding block yang hilang sudah diganti kontraktor pelaksana proyek. 

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News